Dewi Coryati Dorong Pelestarian Tradisi Min Cupik Mai Bioa Rejang
- 16 Jul 2026 08:42 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Kepahiang – Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi "Min Cupik, Mai Bioa", salah satu warisan budaya Suku Rejang yang sarat makna dan nilai kehidupan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Semarak Budaya "Min Cupik Mai Bioa" di Kabupaten Kepahiang hasil kolaborasi Komisi X DPR RI bersama Kementerian Kebudayaan RI.
Dewi Coryati menjelaskan, secara harfiah "Min Cupik, Mai Bioa" berarti membawa bayi ke air. Namun, dalam tradisi masyarakat Rejang, prosesi tersebut memiliki makna yang jauh lebih mendalam, yakni sebagai simbol pengenalan seorang anak kepada kehidupan, lingkungan sosial, serta nilai-nilai adat yang akan menjadi pedoman dalam perjalanan hidupnya.
“Tradisi tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Rejang. Nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada adat, serta tanggung jawab dalam membentuk karakter generasi penerus tercermin dalam prosesi yang diwariskan secara turun-temurun,” ungkapnya dalam video di media social pada Selasa, 13 Juli 2026.
Melalui Semarak Budaya 'Min Cupik Mai Bioa', Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini juga ingin menghadirkan ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya agar masyarakat. Khususnya generasi muda, semakin mengenal dan memahami makna tradisi yang menjadi identitas Suku Rejang.
Terlebih Dewi menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus modernisasi, budaya lokal harus tetap menjadi akar yang memperkuat jati diri masyarakat. Karena itu, pelestarian tradisi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat, tokoh adat, akademisi, dan komunitas budaya.
Oleh karena itu ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI, tokoh adat, budayawan, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Mengingat sinergi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan warisan budaya tetap lestari dan relevan bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut dengan kegiatan Semarak Budaya mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Suku Rejang sehingga tradisi "Min Cupik, Mai Bioa" tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi terus dipraktikkan dan diwariskan.
"Menjaga budaya berarti menjaga identitas bangsa. Dengan melestarikan warisan leluhur, kita turut memperkuat kekayaan budaya Indonesia yang beragam," tutur Dewi Coryati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....