Lomba Balita Indonesia Jadi Edukasi Pencegahan Stunting di OKI

  • 16 Jul 2026 02:48 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Lomba Balita Indonesia Kabupaten OKI diikuti 36 balita hasil seleksi dari semua kecamatan dalam dua kategori usia: 6–24 bulan dan 24–59 bulan.
  • Pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi, dan layanan kesehatan sejak usia dini sangat krusial dalam membentuk tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.
  • Pemerintah Kabupaten OKI memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui optimalisasi puskesmas, posyandu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan edukasi gizi lintas sektor.

RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menegaskan pentingnya pola asuh yang tepat sebagai fondasi membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkualitas. Komitmen tersebut disampaikan dalam Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten OKI di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Rabu, 15 Juli 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memilih balita sehat, tetapi juga memperkuat edukasi kepada keluarga. Pemerintah mendorong pemenuhan gizi, layanan kesehatan, dan pola pengasuhan yang baik sebagai langkah mencegah stunting sejak dini.

Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, Asmar Wijaya, yang mewakili Bupati OKI, mengatakan kualitas sumber daya manusia dibangun sejak masa awal kehidupan anak. Menurutnya, pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, dan lingkungan pengasuhan menjadi faktor utama tumbuh kembang anak.

"Anak adalah anugerah sekaligus amanah. Masa depan daerah dan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang mereka sejak usia dini," ujarnya.

Asmar menegaskan stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak dan kemampuan belajar anak. Pemerintah Kabupaten OKI terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui puskesmas, posyandu, edukasi gizi, serta kolaborasi lintas sektor.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI, Ike Meilina Muchendi, mengatakan keluarga memiliki peran paling penting dalam membentuk kualitas anak. Masa usia nol hingga lima tahun, menurutnya, merupakan periode emas yang membutuhkan perhatian dan pendampingan orang tua.

"Rumah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Keberanian mereka menghadapi dunia luar tumbuh dari kedekatan dan kasih sayang orang tua," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Alamsyah, mengatakan Lomba Balita Indonesia diikuti 36 peserta hasil seleksi dari seluruh kecamatan. Penilaian dilakukan tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis anak, dokter umum, psikolog, ahli gizi, dan Tim Penggerak PKK.

Para pemenang akan mewakili Kabupaten OKI pada Lomba Balita Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah Kabupaten OKI berharap kegiatan tersebut semakin meningkatkan kesadaran keluarga dalam menerapkan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....