Kemenag Tanjungpinang Dorong Siswa Aktif Berorganisasi tanpa Abaikan Akademik

  • 15 Jul 2026 22:48 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Erizal Abdullah, mengingatkan para pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang agar tidak terjebak dalam arus negatif media sosial. Karena dikhawatirkan dapat merusak karakter, akhlak, bahkan masa depan mereka.

Pesan tegas ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah yang merupakan bagian dari rangkaian Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Perpustakaan MAN Tanjungpinang, Rabu, 15 Juli 2026.

Erizal menegaskan pembinaan remaja dalam perspektif Islam tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan agama, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Menurutnya, pembinaan tersebut bertujuan menyiapkan remaja agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai seorang muslim.

"Konsep Islam dalam pembinaan remaja usia sekolah bertujuan melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam," ujar Erizal Abdullah.

Ia menjelaskan pembinaan tersebut mencakup penguatan akidah, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak mulia, pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter, penguatan identitas diri, hingga sesi dialog dan tanya jawab sebagai ruang refleksi bagi siswa. Dirinya juga mengajak peserta didik baru memanfaatkan masa belajar selama tiga tahun di MAN Tanjungpinang untuk membangun prestasi sekaligus meningkatkan kualitas diri.

"Jadilah pribadi yang baik. Perbaiki bacaan dan hafalan Al-Qur'an. Tiga tahun belajar di MAN Tanjungpinang harus memiliki target dan prestasi yang jelas," tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar para siswa mulai membangun visi jangka panjang sejak dini. Menurutnya, ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi nanti, setiap mahasiswa harus memiliki target, prioritas, dan pengalaman berorganisasi sebagai bekal kepemimpinan.

"Kalau nanti sudah kuliah, harus punya target dan prioritas. Usahakan aktif berorganisasi karena itu akan membentuk kemampuan kepemimpinan dan memperluas wawasan," katanya.

Erizal menegaskan keaktifan dalam organisasi harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab utama sebagai pelajar, yakni menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik. Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital dengan mengajak generasi muda lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

"Jadilah aktivis di madrasah, tetapi jangan lupa tujuan utama, yaitu menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik. Jangan asal membagikan informasi. Saring terlebih dahulu setiap informasi yang diterima," ucapnya.

Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam pembentukan akidah, akhlak, dan karakter remaja. Ia menyebut tantangan tersebut meliputi krisis identitas, pengaruh media digital, pergaulan bebas, menurunnya semangat beribadah, melemahnya hubungan keluarga, tekanan akademik yang berdampak pada kesehatan mental, hingga lunturnya adab dan akhlak.

“Para siswa MAN Tanjungpinang diharapkan dapat tumbuh sebagai generasi yang cerdas, berprestasi, berintegritas, serta memiliki karakter Islami yang kuat di tengah derasnya arus perubahan zaman,” katanya, mengakhiri

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....