Pemkab Kampar Galakkan Penghijauan Ekoteologi
- 16 Jul 2026 08:14 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar - Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kampar dan Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar (KPLK) menggelar kegiatan Penghijauan Ekoteologi di lingkungan PDTA Getah Sebatang, Desa Salo, Kecamatan Salo, Rabu 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema "Alam Terjaga, Hidup Bahagia, Umat Sejahtera".
Kegiatan diawali dengan penanaman bibit pohon durian secara simbolis oleh Bupati Kampar, Ahmad Yuzar sebagai tanda dimulainya gerakan penghijauan. Turut hadir Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah, Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Erizon Efendi, jajaran Forkopimda, kepala OPD, penyuluh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
| Baca juga: Pemkab Kampar Kawal Aspirasi Petani Sawit |
Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengatakan menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sebagai warisan untuk generasi mendatang.
"Alam yang kita nikmati hari ini adalah warisan dari para pendahulu. Karena itu, apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan kualitas bumi di masa depan. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat," ujar Ahmad Yuzar.
| Baca juga: Bupati Kampar Serukan Semangat Kurban |
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan melalui penghijauan, pengelolaan sampah, perlindungan kawasan hijau, serta membangun kolaborasi dengan TNI, Polri, komunitas lingkungan, tokoh agama, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, gerakan penghijauan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut di berbagai wilayah.
Sementara itu, Ketua Panitia, Zamhasri, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Prioritas Kementerian Agama RI di bidang Ekoteologi yang mengajak masyarakat memandang pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah.
"Konsep ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga dan melestarikan alam bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga bentuk ibadah dan tanggung jawab kepada Sang Pencipta," katanya.
Zamhasri menambahkan, pada kegiatan itu dilakukan penanaman simbolis 16 bibit pohon. Selain itu, sekitar 150 bibit pohon bantuan PT Energi Mega Persada (EMP) akan ditanam secara bertahap di rumah ibadah, madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan di Kecamatan Salo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....