Lahan Seluas 15 Hektare Terbakar di Banyuasin Berhasil Dipadamkan

  • 15 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera berhasil memadamkan api yang membakar lahan seluas 15 hektare di Desa Pulau Muning, Kecamatan Sembawa, Banyuasin pada 15 Juli 2026.
  • Kebakaran terjadi pada lahan APL milik masyarakat dengan vegetasi semak belukar, purun, kayu galam, dan perkebunan sawit yang mudah terbakar, memerlukan proses pemadaman lebih lama.
  • Operasi pemadaman juga berhasil mengatasi kebakaran 2 hektare di Desa Gunung Batu, OKU Timur, dengan keselamatan personel menjadi prioritas utama melalui prosedur size-up sebelum operasi.

RRI.CO.ID, Banyuasin - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, pada Rabu, 15 Juli 2026 berhasil memadamkan api yang membakar lahan seluas 15 hektare di Desa Pulau Muning Kecamatan Sembawa, Banyuasin. Kebakaran terjadi sejak Selasa 14 Juli 2026 dengan vegetasi lahan berupa semak belukar, purun, kayu galam dan perkebunan sawit.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menyebut, awalnya kebakaran di Desa Muning dapat dikendalikan petugas namun karena masih menyisakan asap ditengah lahan terbakar sehingga pemadaman terus dilanjutkan di hari kedua (15 Juli 2026). “Vegetasi lahan berupa semak belukar, purun, kayu galam dan tanaman sawit di atas tanah mineral,” ungkap Ferdian.

Ferdian menambahkan, kebakaran di Desa Pulau Muning, Kecamatan Sembawa, Banyuasin, terjadi di lahan APL milik masyarakat. Menurutnya, banyaknya material yang mudah terbakar serta luasnya area yang terdampak membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

"Lokasi memiliki bahan bakar yang cukup banyak dan areanya juga luas. Karena itu, proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan api tidak menyebar ke area lain atau menyala kembali," jelasnya.

Meski dari pantauan udara kondisi kebakaran di Sembawa sudah dinyatakan bersih, petugas di lapangan masih melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada api yang tersisa, terutama di lapisan bawah permukaan tanah.

"Dari udara, kondisi lokasi sudah terlihat clear. Namun, di darat kami tetap memastikan tidak ada api ataupun potensi api yang masih tersimpan di lapisan bawah, sehingga tidak memicu kebakaran kembali," katanya.

Selain, Banyuasin, pemadaman karhutla berhasil dipadamkan di Desa Gunung Batu, Cempaka, Kabupaten OKU Timur dengan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hektare. “Sama seperti Banyuasin, Karhutla Cempaka juga berhasil dipadamkan pada rabu ini,” jelas Ferdian.

Karhutla di Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, OKU Timur. (Foto: Manggala Agni)

Namun pemadaman di Cempaka kondisi vegetasinya merupakan kayu gelam yang berdiri rapat, selain itu akses petugas kesulitan mencapai lokasi terbakar. “Akses petugas mencapai api lumayan berat ya, dan ini menjadi bahan bakaran yang sangat potensial sehingga tim perlu berhati hati dan cermat,” ungkap Ferdian.

Ia menegaskan bahwa keselamatan personel selalu menjadi prioritas utama dalam setiap operasi pemadaman. Sebelum petugas masuk ke lokasi, tim terlebih dahulu melakukan size-up untuk menilai kondisi lapangan dan potensi bahaya.

"Keselamatan responder adalah yang utama. Karena itu, sebelum terjun ke lokasi, selalu ada tim size up yang bertugas menilai sumber air, kondisi bahan bakar, akses masuk, hingga jalur evakuasi apabila terjadi eskalasi kebakaran," ujarnya.

Meski dari pantauan udara kondisi kebakaran di Sembawa sudah dinyatakan bersih, petugas di lapangan masih melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada api yang tersisa, terutama di lapisan bawah permukaan tanah.

"Dari udara, kondisi lokasi sudah terlihat clear. Namun, di darat kami tetap memastikan tidak ada api ataupun potensi api yang masih tersimpan di lapisan bawah, sehingga tidak memicu kebakaran kembali," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....