Kapolda Babel Perintahkan Jajarannya Awasi Pendistribusian BBM
- 15 Jul 2026 21:40 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan terkait pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Tadi kami audiensi dengan Pertamina dan perwakilan SPBU terkait antisipasi pendistribusian BBM melalui SPBU yang belakangan ini ada banyak antrean panjang dilapangan. Sekalian melihat apa problem permasalahan dan kami lihat ada solusi-solusi yang akan nanti akan dibawa ke rapat bersama Pemda besok. Mudah-mudahan ada solusi untuk antisipasinya," kata Viktor, Rabu 15 Juli 2026.
Kapolda mengingatkan agar pendistribusian BBM bersubsidi harus disalurkan kepada sesuai peruntukkannya.
"Oleh sebab itu kita bekerjasama dengan Pertamina, SPBU dan Pemerintah Daerah termasuk kita mengimbau masyarakat supaya nanti tidak ada penyelewengan BBM subsidi," katanya.
Kapolda juga telah memerintahkan jajarannya untuk turun ke lapangan untuk mengatur arus lalu lintas sehingga tidak terjadi kemacetan.
"Yang jelas lalu lintas harus tetap terjaga dan tidak boleh macet dan penyelewengan BBM subsidi harus bisa diantisipasi. Kami juga akan melakukan tindakan-tindakan termasuk penegakkan hukum," ujarnya.
Ia menegaskan tidak akan pandang bulu jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum terkait penyaluran BBM bersubsidi termasuk jika ditemukan adanya keterlibatan anggotanya.
"Semua orang punya peluang melakukan pelanggaran dan kita tidak pandang buluh. Makanya kita melihat, kalau ada anggota Polri yang salah kita ingatkan, ada dari instansi lain kita ingatkan beritahu kesatuannya, ada masyarakat dan ini saatnya kita ingatkan itu. Kita akan mengintruksikan para Kapolres untuk merazia, mengawasi, menindak menegakkan hukum bila perlu menyita barang bukti yang sudah melakukan penyelewengan," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar belakangan ini.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Fery Aprianto mengatakan, berdasarkan laporan sementara dari pihak Pertamina, pasokan dan ketersediaan BBM di wilayah Bangka Belitung saat ini masih berada dalam kondisi yang aman dan normal.
"Laporan sementara dari Pertamina, pada posisi sekarang BBM kita di Bangka Belitung pada kondisi normal. Kita harapkan masyarakat tidak panik ya pada hal ini," kata Fery, Rabu 15 Juli 2026.
Terkait adanya isu hambatan atau kelangkaan di lapangan, Fery menjelaskan, pemerintah provinsi akan segera mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama pihak Pertamina untuk memetakan kondisi riil yang terjadi di masyarakat.
"Nah, itu nanti kan kita akan koordinasi dengan Pertamina, hal yang terjadi seperti apa," ucapnya.
Pj Sekda mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap melakukan aktivitas pengisian dan pembelian BBM seperti biasa tanpa perlu melakukan panic buying yang justru berpotensi memicu antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Kita harapkan secara normal (masyarakat) bisa menggunakan atau membeli BBM seperti itu," katanya.
Sebelumnya, Pertamina Patraniaga Area Bangka Belitung menyebutkan adanya pengisian berulang, penggunaan QR code yang sama, ganda hingga penggunaan nomor polisi (Nopol) palsu menyebabkan antrian panjang BBM di SPBU se-Bangka Belitung.
"Untuk masyarakat Bangka Belitung, stok BBM di terminal kami sebenarnya aman hingga tujuh hari ke depan, jadi tidak ada masalah dalam penyaluran," kata Sales Area Manager Pertamina Patraniaga, Satriyo Wibowo Wicaksono saat audiensi dengan DPRD Babel, Selasa 14 Juli 2026.
Wicaksono mengatakan stok BBM untuk masyarakat Babel cukup asalkan masyarakat tidak melakukan pembelian yang berlebihan karena yang hasil monitor di lapangan memang banyak kendaraan yang melakukan pembelian berulang, termasuk para pengecer.
“Pagi hari ini kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk membantu pengamanan antrean di lapangan, supaya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tidak memanfaatkan situasi karena sebenarnya kondisi tetap normal," ujarnya.
Ia menyebutkan, penyebab antrean BBM yang panjang di SPBU di duga adanya penimbunan da karena adanya temuan di lapangan yang menunjukkan pembelian BBM subsidi dengan menggunakan QR Code yang sama ganda dan penggunaan nomor polisi palsu.
"Banyak kendaraan yang berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk melakukan pengisian berulang. Karena itu kami melakukan pemetaan, dan QR Code yang terindikasi melanggar sudah kami blokir. Saat ini sudah ada hampir 500 kendaraan yang diblokir," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....