Pengisian Berulang Hingga Nopol Plat Palsu Penyebab Antrian Panjang di Babel

  • 14 Jul 2026 14:49 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Pertamina Patraniaga Area Bangka Belitung menyebutkan adanya pengisian berulang, penggunaan QR code yang sama, ganda hingga penggunaan nomor polisi (Nopol) palsu menyebabkan antrian panjang BBM di SPBU se-Bangka Belitung.

"Untuk masyarakat Bangka Belitung, stok BBM di terminal kami sebenarnya aman hingga tujuh hari ke depan, jadi tidak ada masalah dalam penyaluran," kata Sales Area Manager Pertamina Patraniaga, Satriyo Wibowo Wicaksono saat audiensi dengan DPRD Babel, Selasa 14 Juli 2026.

Wicaksono mengatakan stok BBM untuk masyarakat Babel cukup asalkan masyarakat tidak melakukan pembelian yang berlebihan karena yang hasil monitor di lapangan memang banyak kendaraan yang melakukan pembelian berulang, termasuk para pengecer.

“Pagi hari ini kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk membantu pengamanan antrean di lapangan, supaya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tidak memanfaatkan situasi karena sebenarnya kondisi tetap normal," ujarnya.

Ia menyebutkan, penyebab antrean BBM yang panjang di SPBU di duga adanya penimbunan da karena adanya temuan di lapangan yang menunjukkan pembelian BBM subsidi dengan menggunakan QR Code yang sama ganda dan penggunaan nomor polisi palsu.

"Banyak kendaraan yang berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk melakukan pengisian berulang. Karena itu kami melakukan pemetaan, dan QR Code yang terindikasi melanggar sudah kami blokir. Saat ini sudah ada hampir 500 kendaraan yang diblokir," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengaku sudah turun langsung memantau kondisi di lapangan sekaligus melakukan komunikasi langsung dengan pimpinan Pertamina wilayah setempat.

"Saya tadi sudah mengecek langsung ke lapangan, bahkan saya langsung melakukan panggilan video dengan Bapak JM Pertamina Bangka Belitung mengenai kondisi antrean BBM yang ada di Pulau Bangka. Sejak kemarin malam hingga saat ini, banyak aspirasi masuk yang rata-rata menanyakan mengapa pasokan BBM kita saat ini sangat sulit didapatkan," ujar Didir.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan di lapangan, warga terpaksa menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

"Saya sempat berbicara dengan warga, ada yang antre hingga dua jam hanya untuk mendapatkan Pertalite. Bahkan Pertamax pun kini mulai sulit ditemukan. Saya juga menerima laporan harga di luar jalur resmi sudah mencapai Rp20.000 per liter," katanya.

Ia mengakui, kesulitan mendapatkan BBM sudah dirasakan di berbagai sektor. Mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pekerja ojek daring, hingga pelajar.

"Ada warga yang melaporkan tidak bisa mengantar anak sekolah karena kehabisan BBM, bahkan ada kendaraan yang mogok di jalan. Di depan kediaman saya pun ada dua orang yang menitipkan motor lalu berjalan kaki mengantar anaknya bersekolah. Ini menunjukkan seluruh sektor merugi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....