Plt Bupati Eko Sapto Pimpin Upacara Harlah ke 80 Kabupaten Sukoharjo
- 15 Jul 2026 18:28 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo - Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Pemkab Sukoharjo digelar di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Rabu 15 Juli 2026.
Kegiatan diawali dengan kirab Pataka petikan SK Pemkab Sukoharjo dari halaman gedung Setda menuju bunderan Proliman yang dipimpin Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, jajaran Forkopimda, DPRD dan Kepala Dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat menggunakan kendaraan dinas.
Dari bunderan Proliman rombongan berjalan kaki langsung menuju lokasi upacara yakni Alun-alun Satya Negara bergabung dengan peserta upacara perwakilan dari OPD, Pelajar, TNI dan POLRI.
Peringatan Harlah tahun ini diselimuti keprihatinan menyusul kasus hukum yang menjerat Bupati Etik Suryani dalam OTT KPK.
Absennya Etik membuat momentum hari jadi bertema "Sukoharjo Spektakuler" kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.
Rangkaian peringatan diawali dengan kirab dokumen Petikan PP Nomor: 16/SD/1946, dari halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo menggunakan kendaraan, kemudian dilanjutkan berjalan kaki dari Simpang Lima menuju Alun-alun Satya Negara.
Seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengenakan busana kejawen jangkep.
Bahkan seluruh komando upacara disampaikan menggunakan Bahasa Jawa, termasuk petugas upacara yang tampil dengan busana khas keraton.

Dalam upacara tersebut juga dibacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Sukoharjo sebelum Plt Bupati Eko Sapto Purnomo menyampaikan amanat dalam Bahasa Jawa.
Di hadapan peserta upacara, Eko Sapto menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Sukoharjo atas dedikasi mereka dalam membangun daerah.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat mempertahankan semangat "Sukoharjo Spektakuler" untuk terus membawa kemajuan bagi kabupaten.
Sedangkan ditengah situasi pemerintahan yang menjadi sorotan publik pasca-OTT KPK, Eko Sapto menegaskan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Dia memastikan bahwa roda pemerintahan dan pelayanan publik di Pemkab Sukoharjo tetap berjalan dengan normal.
"Kita harus berusaha mengubah diri menghadirkan pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang profesional, pemerintahan yang transparan dan akuntabel," ujarnya.
Koordinasi dan konsolidasi internal menurutnya juga telah dilakukan agar masyarakat tidak perlu risau di tengah kondisi yang saat ini menerpa lingkungan Pemkab Sukoharjo.
"Masyarakat tidak perlu khawatir roda pemerintahan berjalan, pelayanan juga akan tetap berjalan seperti biasa," tegasnya.

Dikatakannya, visi ini diarahkan untuk membangun Sukoharjo yang maju, mandiri, dan berbudaya dengan berlandaskan nilai-nilai tridharma.
"Ikut merasa memiliki, ikut serta mempertahankan atau membela, berani mawas diri. Itu yang menjadi ruh kita," jelasnya.
Di tengah kondisi ini, Eko Sapto berharap agar berbagai indikator makro daerah terus membaik.
"Pengangguran turun, angka kemiskinan turun, stunting turun, PDRB kita naik, indeks infrastruktur kita naik, dan seterusnya mohon doanya," katanya.
Pantauan RRI, perayaan Harlah jauh beda dibanding perayaan serupa pada tahun sebelumnya.
Untuk tahun ini di sepanjang rute dari kantor Setda hingga Alun-alun Satya Negara, tidak ada baliho, Harlah bergambar wajah kepala daerah yang terpasang.
Begitu pula karangan bunga di halaman gedung Setda juga hanya puluhan.
Meski demikian untuk Flashmob tari Gambyong Sukoharjo Makmur dengan jumlah 8 ribu peserta tetap terlaksana yang menjadi akhir dari upacara bendera yang juga mendapatkan perhatian dari masyarakat tersebut. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....