Dishub Jateng Mulai Matangkan Kajian Revitalisasi Terminal Tawangmangu

  • 15 Jul 2026 16:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan langkah strategis jangka panjang untuk menghidupkan sektor pariwisata melalui penguatan konektivitas transportasi. Salah satu titik krusial yang kini masuk dalam bidikan prioritas pengembangan adalah kawasan Terminal Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar.

Sebagai terminal tipe B, infrastruktur ini tidak lagi hanya dirancang untuk aktivitas naik-turun penumpang pada jam reguler. Pemerintah provinsi berkomitmen mengerek fungsi terminal menjadi simpul transportasi regional yang terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi wisata di lereng Gunung Lawu.

"Jadi, kita punya terminal cukup banyak. Tipe B ada 22. Secara bertahap kita lakukan persiapan-persiapan dalam bentuk kajian-kajian, dan termasuk di sini sudah dilakukan kajian untuk melakukan revitalisasi," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Arif Jatmiko, saat ditemui di Tawangmangu, Rabu, 15 Juli 2026.

Arif menjelaskan penentuan skala prioritas pengerjaan fisik akan dipertimbangkan secara matang mengingat besarnya jumlah terminal kelolaan pemprov. Namun, Tawangmangu diakui memiliki nilai tawar yang sangat tinggi di mata pimpinan daerah karena posisinya sebagai magnet wisata utama.

"Tetapi karena jumlahnya ada 22, saya kira nanti kita lihat prioritas yang mana, strategi mana yang kemudian akan kita prioritaskan. Saya kira Tawangmangu ini bagi Bapak Gubernur merupakan titik yang cukup strategis ya. Karena dari sisi transportasi, tugas kami bagaimana kemudian menghidupkan kawasan wisata ini dengan akses yang lebih baik, dengan konektivitas yang lebih baik," ujarnya.

Konsep pengembangan jangka panjang ini nantinya akan mengusung tema terminal multifungsi yang beroperasi hidup sepanjang hari. Manurut Arif, pola ini sukses diterapkan di beberapa terminal kelolaan Dishub Jateng yang kini mampu menggelar berbagai kegiatan kemasyarakatan mulai dari festival budaya hingga aktivitas niaga 24 jam.

"Saya meminta kepada teman-teman aset kita dioptimalkan. Dishub-nya boleh tidur lah karyawannya, tapi asetnya suruh kerja karena dengan seperti ini pendapatan kita bisa meningkat," ucapnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai perluasan jangkauan transportasi massal BRT Trans Jateng, Arif menyebut wacana tersebut terus bergulir. Meski demikian, realisasi koridor baru hingga ke kawasan atas Tawangmangu masih harus menyesuaikan dengan proyeksi ketersediaan anggaran daerah.

"Kemarin ada wacana untuk itu, tetapi nanti kita lihat dulu ya. Pengembangan di Subosukowonosragen memang sudah kita lakukan, kita juga kerja sama dengan BST bagaimana koridor-koridor yang ada bisa kita kerja samakan, termasuk di antaranya adalah bagaimana menghidupkan kegiatan transportasi yang sub-regional pada kawasan wisata ini," ucapnya.

"Mudah-mudahan, saya belum melihat karena jangkauannya jauh sekali ini ya kalau sampai sini, nanti apakah di periode berikutnya kita perpanjang jalurnya."

Sejauh ini, lanjut Arif, Dishub Jateng mencatat studi kelayakan konektivitas angkutan aglomerasi untuk wilayah Karanganyar sebenarnya sudah berjalan cukup maju. Jalur pemetaan rute tersebut tercatat telah menyentuh titik Terminal Karangpandan sebagai salah satu pos transit sebelum nantinya dikaji untuk menanjak lebih tinggi menuju Tawangmangu.

"Sementara kita akan sampai ke sana, tetapi nanti kita lihat tergantung pada ketersediaan anggaran. Tapi studi kita sudah sampai Karangpandan," ujar Arif Jatmiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....