Belum Terlayani PAM, 351 KK di Kasemen Andalkan Bantuan Air Bersih dari BPBD
- 15 Jul 2026 15:36 WIB
- Banten
Poin Utama
- BPBD Kota Serang menyalurkan bantuan air bersih kepada 351 kepala keluarga di Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen sejak pertengahan Juli 2026 akibat kekeringan musim kemarau.
- Wilayah yang menerima bantuan meliputi lima lingkungan yaitu Cibomo Kidul, Cibomo Tengah, Cibening, Cibomo Lor, dan Cibomo Kepaksan.
- Sejauh ini sudah 30.000 liter air bersih yang telah disalurkan ke lokasi terdampak.
RRI.CO.ID, Serang - Ketiadaan jaringan air perpipaan membuat ratusan warga di Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, kembali bergantung pada distribusi air bersih saat musim kemarau. Hingga pertengahan Juli 2026, BPBD Kota Serang mencatat 351 kepala keluarga (KK) telah menerima bantuan air bersih.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Serang, Muhlisin mengatakan, wilayah yang menerima bantuan meliputi Lingkungan Cibomo Kidul, Cibomo Tengah, Cibening, Cibomo Lor, dan Cibomo Kepaksan. Meski musim kemarau baru berlangsung, kebutuhan air bersih di kawasan tersebut sudah meningkat.
"Potensi kekeringan di Kota Serang cukup besar karena sekarang sudah memasuki musim kemarau. Kemarin kami sudah mendistribusikan air bersih ke lima lingkungan di Kelurahan Bendung yang memang mengalami kekurangan air bersih," kata Muhlisin, Rabu, 15 Juli 2026.
Data BPBD Kota Serang menunjukkan penerima bantuan terdiri atas 70 KK di Cibomo Kidul, 58 KK di Cibomo Tengah, 76 KK di Cibening, 62 KK di Cibomo Lor, dan 85 KK di Cibomo Kepaksan. Total sebanyak 351 KK terdampak kekurangan air bersih.
Menurut Muhlisin, persoalan utama di wilayah tersebut bukan hanya berkurangnya debit air saat kemarau, tetapi juga belum tersedianya layanan air PAM. Akibatnya, masyarakat mengandalkan sumber air yang kapasitasnya terus menurun ketika curah hujan berkurang.
"Air PAM belum masuk ke sana, sehingga warga mengalami kekurangan air bersih. Saat musim kemarau, kondisi ini lebih cepat dirasakan masyarakat," ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD telah melakukan enam kali distribusi menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Total sekitar 30.000 liter air bersih telah disalurkan ke lokasi terdampak.
"Setiap pengiriman membawa 5.000 liter air. Sampai sekarang sudah enam kali distribusi, jadi total sekitar 30 ribu liter air bersih yang kami salurkan," katanya.
BPBD juga menyiapkan toren penampungan berkapasitas sekitar 5.000 liter sebagai upaya memperkuat distribusi air bersih di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan. Toren tersebut akan ditempatkan di titik yang membutuhkan agar air dapat dimanfaatkan warga lebih lama.
Muhlisin menambahkan, Kecamatan Kasemen masih menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan kekeringan tertinggi di Kota Serang. Selain belum seluruhnya terlayani jaringan air perpipaan, sebagian sumber air tanah di kawasan tersebut memiliki kadar garam yang tinggi sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Selain kemarau yang panjang, sumber air di sana banyak yang asin. Kalau dibuat sumur bor, airnya tetap payau sehingga tidak bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari," ucapnya.
Selain Kasemen, Kecamatan Taktakan juga masuk dalam daerah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau. BPBD Kota Serang tetap menyiagakan mobil tangki air dan membuka layanan permohonan distribusi bagi warga yang membutuhkan agar pasokan air bersih dapat segera dikirim ke lokasi terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....