Pemkab Boalemo Dorong Pengelolaan Lahan Pertanian Berkelanjutan

  • 15 Jul 2026 19:40 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Boalemo mendorong pengelolaan aset lahan pertanian secara berkelanjutan melalui sistem usaha tani konservasi dan agroforestry sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus melindungi lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali saat membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pengolahan Aset Lahan Pertanian Berkelanjutan melalui Sistem Usaha Tani Konservasi dan Agroforestry di Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Rabu, 15 Juli 2026.

Pada kesempatan itu, Wabup Lahmudin Hambali menegaskan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian berkelanjutan agar tidak mengalami alih fungsi secara tidak terkendali. Menurutnya, perlindungan lahan pertanian menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan pangan daerah.

“Aset lahan pertanian berkelanjutan harus kita lindungi dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali guna menjamin kedaulatan pangan daerah,” kata Lahmudin.

Ia menjelaskan, penerapan sistem usaha tani konservasi dan agroforestry menjadi salah satu solusi dalam menggabungkan fungsi ekonomi pertanian dengan fungsi ekologis. Sistem tersebut dinilai mampu menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko erosi, serta menjaga keseimbangan lingkungan.

Lahmudin juga menyoroti masih adanya masyarakat yang mengelola lahan di wilayah dataran tinggi tanpa memperhatikan aspek konservasi lingkungan. Menurutnya, pengelolaan lahan yang tidak tepat dapat memicu kerusakan lingkungan seperti erosi dan banjir.

“Banyak masyarakat yang mengelola lahan dataran tinggi tidak menyadari bahwa cara pengelolaan yang tidak tepat dapat mengakibatkan erosi dan banjir. Kemudian pemerintah yang disalahkan, padahal hal itu terjadi akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Lahmudin.

Ia berharap melalui forum diskusi tersebut dapat menghasilkan berbagai masukan dan gagasan dari pemerintah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya. Masukan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun strategi pengelolaan lahan pertanian yang dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

“Melalui FGD yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan ini, mari kita memberikan masukan dan ide-ide sehingga strategi yang kita susun dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....