GMKI, GAMKI, dan PIKI Perkuat Sinergi Kawal Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- 15 Jul 2026 15:25 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Simalungun - Semangat kolaborasi dalam menjaga masa depan pertanian dan lingkungan diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Penanaman Pohon. FGD bertajuk "Sinergitas Pemuda dalam Mengawal, Melindungi, dan Menyelamatkan Pembangunan di Kecamatan Panombeian Panei".
Kegiatan diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun, bersama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Simalungun. Kemudian Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Simalungun Aula Rapat Kantor Camat Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, legislatif, akademisi, dunia perbankan, organisasi kepemudaan, serta masyarakat dalam membangun komitmen bersama. Terutama menghadapi tantangan pembangunan, khususnya pada sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Panombeian Panei.
Panombeian Panei dulunya dikenal sebagai salah satu wilayah sentra pertanian Kabupaten Simalungun yang memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan. Namun di tengah perkembangan zaman, berbagai tantangan mulai muncul, mulai dari alih fungsi lahan, degradasi lingkungan, perubahan iklim, hingga menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Ketua PIKI Kabupaten Simalungun, Pdt. Mardison Simanjorang. Dalam doanya, ia mengajak seluruh peserta memohon hikmat tuhan agar setiap gagasan yang lahir dalam forum tersebut mampu menjadi berkat bagi masyarakat.
Sementara, Kepala Cabang BRI Siantar, Alvin Nur Muhammad mengapresiasi terselenggaranya forum kolaboratif tersebut sebagai wadah yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam membahas masa depan pembangunan daerah. Ia menyampaikan kemajuan sektor pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, serta organisasi kepemudaan.
Selanjutnya, Ketua GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemuda terhadap masa depan pembangunan Kabupaten Simalungun.
Dalam sambutannya, Yova menegaskan Panombeian Panei memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kawasan pertanian terbaik di Kabupaten Simalungun. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan kawasan tersebut agar tetap produktif bagi generasi mendatang.
"Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Pemuda harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah, menjadi penggerak perubahan, menjaga lahan pertanian, melestarikan lingkungan, serta memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga berharap FGD tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada petani dan keberlanjutan lingkungan.
Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang.
Narasumber pertama, Bernhard Damanik, S.E., selaku Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, menyoroti pentingnya dukungan regulasi dan kebijakan daerah yang berpihak kepada petani. Ia menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus memperoleh perhatian serius melalui penganggaran yang tepat sasaran, perlindungan terhadap lahan pertanian produktif, serta penguatan kesejahteraan petani.
Narasumber kedua, Vauzi Henriko Sidabalok, S.T., Camat Panombeian Panei, menjelaskan kondisi aktual wilayahnya sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga identitas Panombeian Panei sebagai kawasan pertanian unggulan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah nagori, kelompok tani, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
Sementara, Kadis Pertanian Simalungun yang diwakilkan oleh Ledy Manik fungsional ahli muda Pengawas Benih Tanaman memaparkan berbagai strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi pertanian, pendampingan petani, peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian, serta menjaga ketahanan pangan daerah.
Sedangkan Marulam M.T. Simarmata, S.P., M.Si., Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun, mengulas tantangan pertanian modern dari perspektif ilmiah. Ia menekankan bahwa pembangunan pertanian harus berbasis riset, inovasi, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan perubahan iklim serta kebutuhan pangan di masa depan.
Diskusi berlangsung dinamis. Para peserta aktif menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari alih fungsi lahan, persoalan pupuk, produktivitas pertanian, hingga pentingnya regenerasi petani muda.
Usai pelaksanaan FGD, seluruh peserta bersama para narasumber melaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai simbol komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan. Aksi tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi pesan bahwa pembangunan pertanian harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam.
Keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada keberlangsungan ekosistem yang sehat dan terjaga. Melalui kegiatan tersebut, organisasi penyelenggara berharap semakin tumbuh kesadaran masyarakat menjaga lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan generasi.
Pada sesi penutupan, Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon A. Simamora, S.IP., M.Si., hadir memberikan arahan dan bimbingan sekaligus secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam arahannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada GMKI, GAMKI, dan PIKI atas inisiatif menghadirkan forum dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan pembangunan daerah.
Ia menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda. Sekda juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat kolaborasi, memperkuat kepedulian terhadap sektor pertanian, melestarikan lingkungan hidup.
Melalui kegiatan ini, GMKI, GAMKI, dan PIKI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah. Organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan gagasan, membangun kolaborasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....