SD 5 Hadipolo Kudus Sepi Peminat, Stigma Kampung Sosial Masih Membayangi
- 15 Jul 2026 13:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus – SD 5 Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, hanya menerima tiga siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Minimnya jumlah peserta didik baru tersebut dinilai masih dipengaruhi stigma masyarakat terhadap lingkungan kampung sosial yang berada di sekitar sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD 5 Hadipolo, Sholikul Hadi, mengatakan saat ini jumlah siswa di sekolah tersebut dari kelas I hingga kelas VI hanya mencapai 29 orang. Sebenarnya terdapat lima calon siswa yang mendaftar, namun dua di antaranya belum dapat diterima karena belum melengkapi dokumen administrasi kependudukan.
"Sebetulnya kami sudah siap membantu untuk mengurus surat-surat kelengkapan dua siswa tersebut, seperti akta kelahiran dan KK. Namun orang tua kedua siswa itu tidak meresponsnya sehingga sampai sekarang anak-anak tersebut belum bisa bersekolah," ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Sholikul, rendahnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SD 5 Hadipolo dipengaruhi stigma yang selama ini melekat terhadap kampung sosial di sekitar sekolah. Sebagian warga juga mengkhawatirkan anak-anak mereka akan terpengaruh oleh lingkungan pergaulan di kawasan tersebut.
Selain faktor tersebut, lokasi sekolah yang tidak berdekatan dengan TK, serta keberadaan madrasah ibtidaiyah (MI) di sekitar wilayah juga dinilai memengaruhi jumlah pendaftar. Meski telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, jumlah siswa baru yang diterima belum mengalami peningkatan signifikan.
"Sekolah ini juga jauh dari TK dan di sekitar lingkungan sini juga ada MI. Biasanya sekolah dasar yang dekat dengan TK akan lebih banyak siswanya, padahal sebelumnya kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar," katanya.
Sholikul menambahkan, wacana penggabungan (re-grouping) SD 5 Hadipolo dengan sekolah lain sempat muncul. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya berbagai pertimbangan dari sekolah yang akan menjadi induk.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan hasil kajian bersama dengan koordinator wilayah, komite sekolah, dan pemerintah desa memutuskan SD 5 Hadipolo tetap dipertahankan. Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan proses pembelajaran bagi guru maupun peserta didik.
"Kenyamanan itu ternyata tidak bisa didapatkan dari hasil gabungan dengan sekolah lain, sehingga hasil keputusan bersama, sekolah itu tetap dipertahankan, mudah-mudahan ke depan stigma jelek terkait sekolah itu akan pudar," ujarnya. (RK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....