Penderita HIV di Sumsel Didominasi Laki - Laki Produktif
- 17 Jul 2026 13:04 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Dinas Kesehatan Sumsel mencatat 380 kasus HIV dari Januari hingga Mei 2026, dengan sebagian besar kasus ditemukan pada laki-laki usia produktif.
- Penularan HIV saat ini didominasi hubungan seksual yang tidak aman, berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih banyak dipengaruhi penggunaan narkoba suntik.
- Kelompok usia 20-49 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak dan memerlukan fokus edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV sejak usia remaja.
- Seluruh puskesmas di Sumatera Selatan telah melayani pemeriksaan HIV, dan ratusan fasilitas kesehatan menyediakan layanan pengobatan antiretroviral (ARV).
RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat 380 kasus HIV sepanjang Januari hingga Mei 2026. Sebagian besar kasus ditemukan pada laki-laki usia produktif.
Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Madya Dinkes Sumsel, Irma Tiara Rizki, mengatakan kondisi tersebut masih menjadi perhatian. Meski begitu, peningkatan kasus tidak terlalu jauh dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Irma, angka yang tercatat belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Ia menyebut HIV merupakan fenomena gunung es karena masih banyak orang belum mengetahui status kesehatannya.
“Yang terlihat hanya kasus yang ditemukan, tercatat, dan dilaporkan,” ujarnya dalam Program Palembang Menyapa PRO 1 RRI Palembang, Rabu, 15 Juli 2026.
Irma menjelaskan penularan HIV saat ini didominasi hubungan seksual yang tidak aman. Pola tersebut berbeda dengan beberapa tahun lalu yang lebih banyak dipengaruhi penggunaan narkoba suntik.
Ia mengatakan kelompok usia 20 hingga 49 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak. Karena itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV perlu diberikan sejak usia remaja.
"Seluruh puskesmas di Sumatera Selatan kini telah melayani pemeriksaan HIV. Selain itu, ratusan fasilitas kesehatan juga menyediakan layanan pengobatan antiretroviral atau ARV," tambah Irma.
Ia mengimbau masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko agar tidak takut menjalani pemeriksaan. Semakin cepat HIV terdeteksi, semakin besar peluang penderita tetap sehat dan produktif melalui pengobatan yang rutin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....