Melompati Water Barrier, Dishub Ingatkan Bahaya Menyeberang Sembarangan

  • 15 Jul 2026 11:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Keberadaan water barrier yang terpasang di sepanjang Jalan Basuki Rahmat Surabaya belakangan menjadi perhatian masyarakat. Selain menuai pertanyaan mengenai fungsinya, masih ditemukan pejalan kaki yang nekat melompati pembatas jalan untuk menyeberang. Kondisi tersebut dinilai membahayakan karena dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

Perhatian itu juga datang dari pendengar RRI Surabaya, Soleh, yang menyampaikan aduannya melalui Program Halo RRI pada Rabu 15 Juli 2026. Ia mengaku beberapa kali dikejutkan oleh pejalan kaki yang tiba-tiba muncul dari balik water barrier untuk menyeberang jalan, terutama di kawasan depan pusat perbelanjaan di Jalan Basuki Rahmat. Menurutnya, kondisi tersebut membahayakan pejalan kaki maupun pengendara yang melintas.

"Saya beberapa kali terkejut karena ada pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang dengan melompati water barrier. Kondisi ini membahayakan, baik bagi pejalan kaki maupun pengendara. Semoga ada penertiban agar kejadian seperti ini tidak menimbulkan kecelakaan," ujar Soleh kepada Tim Halo RRI.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Halo RRI Surabaya meminta penjelasan kepada Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Beta Ramadhani, mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang telah disediakan, seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), demi keselamatan bersama.

"Pejalan kaki seharusnya tidak melompati water barrier atau menyeberang langsung di Jalan Basuki Rahmat. Sudah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang yang lebih aman digunakan. Kami juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas karena banyak kecelakaan berawal dari pelanggaran lalu lintas," kata Beta Ramadhani.

Beta menjelaskan, pemasangan water barrier di sepanjang Jalan Basuki Rahmat bukan tanpa alasan. Pembatas jalan tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Perhubungan Kota Surabaya meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan. Selama ini masih ditemukan pengendara yang berpindah jalur dengan melintasi marka membujur utuh, sehingga mengganggu kelancaran arus kendaraan dan berpotensi memicu kecelakaan.

Melalui pemasangan water barrier, pengendara diarahkan untuk tetap berada pada jalurnya hingga titik putar balik atau persimpangan yang telah ditentukan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus mengurangi risiko konflik antarkendaraan di salah satu ruas jalan dengan volume lalu lintas yang tinggi di Kota Surabaya.

Di sisi lain, Dishub Kota Surabaya mengingatkan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Selain mematuhi rambu dan marka jalan, pejalan kaki juga diimbau memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang telah tersedia agar perjalanan berlangsung aman bagi seluruh pengguna jalan.

Melalui Program Halo RRI, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi maupun persoalan pelayanan publik yang ditemui di lapangan. Setiap laporan diteruskan kepada instansi terkait untuk memperoleh klarifikasi maupun tindak lanjut sesuai kewenangannya. Dengan demikian, masukan dari masyarakat tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Surabaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....