Hanya Daftar Satu Murid di SMPN 26 Benteng, Ini Jawaban Diknas
- 15 Jul 2026 11:31 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu Tengah - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Bengkulu Tengah menyisakan catatan kelam bagi dunia pendidikan setempat. Salah satu sekolah negeri, yakni SMP Negeri 26 Bengkulu Tengah, dilaporkan hanya berhasil menjaring satu orang murid baru sepanjang dibukanya masa pendaftaran tahun 2026/2027.
Menanggapi kondisi memprihatinkan tersebut, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan sekaligus Ketua SPMB Kabupaten Bengkulu Tengah, Sulianto, mengatakan bahwa pihak panitia telah bekerja secara maksimal. Sosialisasi dan persiapan berkala sebenarnya telah dilakukan sejak jauh-jauh hari untuk menarik minat para calon peserta didik di sekitar wilayah sekolah.
Namun, Sulianto mengungkapkan bahwa kondisi riil di lapangan menyajikan tantangan yang sangat berat bagi pihak sekolah. Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, terdapat beberapa faktor krusial yang akhirnya membuat para orang tua enggan dan tidak mau mendaftarkan anak-anak mereka ke SMP Negeri 26 Bengkulu Tengah.
"Pihak panitia dan sekolah sudah berusaha dengan sosialiasi ke rumah-rumah warga di sekitar. Dengan pembuatan SK dan buat daya tampung, zona domisili, serta perlengkapan gratis dari pihak sekolah", kata Sulianto pada Selasa 14 Juli 2026 melalui sambungan telpon.
Ditambahkan Sulianto, fenomena ini menjadi alarm keras sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah. Pemerintah Daerah kini dituntut untuk segera mengevaluasi sistem zonasi, pemerataan fasilitas, hingga aksesibilitas sekolah.
Pihak Dinas juga akan melakukan langkah cepat bersama pihak sekolah, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia juga memastikan satu-satunya siswa yang terdaftar di SMP Negeri 26 Bengkulu akan tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak seperti pada murid lain pada umumnya.
"Kami dari panitia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan SPMB tahun ini. Namun, dinamika dan kondisi di lapangan menunjukkan adanya beberapa faktor mendesak yang membuat para orang tua lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke tempat lain," ucap Sulianto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....