Warga Parungpanjang Tutup Jalan Provinsi akibat Debu ditengah Perbaikan Jalan

  • 14 Jul 2026 22:51 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kesal akibat debu beterbangan hilir mudik truk pengangkut matrial perbaikan jalan, Warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor protes menutup jalan menggunakan kursi dan batang pohon yang ditebang, Selasa 14 Juli 2026.

Aksi tersebut mengingatkan warga akan trauma hilir mudiknya truk tronton saat sebelum dilakukan penutupan galian tambang C di wilayah Rumpin dan Cigudeg oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemorov Jabar). Polusi debu yang beterbangan ditengah musim kemarau itupun terasa menyesakan dada terlebih banyak dari warga yang memiliki anak kecil dan balita yang terganggu nafasnya.

Batang pohon bambu, ranting, hingga kusen pintu dan jendela mereka temprakan di tengah jalan hinggalalu lintas terganggu, pengguna motor kesulitan mencari jalan ppintasnya. Aksi dilakukan sebagai bentuk protes kepada pihak pelaksana proyek perbaikan jalan provinsi. Mereka meminta agar penyiraman jalan dilakukan lebih sering dan dengan volume air yang lebih banyak untuk mengurangi debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan.

"Saat ini kan musim kemarau, harusnya kan mereka mengerti kalau truk hilir mudik jalan berdebu ya disiram dong apalagi ini kan jalan langsung rumah ga ada pembatas trotoar atau apa gitu ya, emang mereka pingin kita sakit apa ya," ujar Warga Parungpanjang Bogor, Emul.

Tidak hanya truk engkel saja beberapa aramada tronton pun melintas membawa matrial berpa batu dan split yang mengingatkan warga hilir mudiknya tronton saat galian tambang masih beroperasi.

Warga lainnya Jaka, mengatakan proyek perbaikan jalan masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga pihak pelaksana dinilai masih memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisi lingkungan di sekitar proyek, termasuk melalui penyiraman jalan secara rutin. Ia mengatakan warga berharap frekuensi penyiraman ditambah agar debu tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.

"Ini masih masa pemeliharaan dari pelaksana proyek. Warga meminta mereka agar secara rutin melakukan penyiraman dan jumlahnya diperbanyak," katanya.

Aksi penutupan jalan raya Bunar Parungpanjang yang berlangsung hanya setengah hari saja. Aksi itupun menjadi tontonan para pengguna jalan dan sorotan kamera warga hingga tersebar di sejumlah platform media sosial.

Pemerintah Kecamatan Parungpanjang bersama aparat kepolisian segera melakukan mediasi dengan mengundang perwakilan warga dan pihak pelaksana proyek ke kantor kecamatan untuk mencari solusi.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Parungpanjang, Maman Suherman, mengatakan musyawarah berlangsung dengan baik dan menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Menurutnya, pihak pelaksana proyek menyetujui permintaan warga untuk menambah intensitas penyiraman jalan guna mengurangi dampak debu selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....