Bupati Maros Minta Warga Waspada Kemarau, Damkar dan BPBD Disiagakan

  • 15 Jul 2026 11:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Pemerintah Kabupaten Maros meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Selain memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan, pemerintah juga memastikan layanan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, mengatakan informasi tersebut berdasarkan hasil koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran dan krisis air bersih. "Hari ini kita sudah menghadapi kondisi cuaca yang dipengaruhi El Nino. Berdasarkan penjelasan BMKG, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga bulan Oktober. Karena itu seluruh aparat dan stakeholder harus meningkatkan kewaspadaan," ujar Syafril, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh camat dan instansi terkait untuk menyusun langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Salah satu fokus utama adalah mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kawasan rawan seperti Kecamatan Camba, Cenrana, dan Mallawa.

Bupati mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas kehutanan, Balai Taman Nasional, maupun instansi terkait apabila menemukan titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api meluas. Selain kawasan hutan, perhatian juga difokuskan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang berisiko mengalami kebakaran akibat tingginya suhu udara dan gas metana dari tumpukan sampah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, armada pemadam kebakaran di pusat kota maupun Pos Damkar Kecamatan Mandai telah disiagakan selama 24 jam.

"Kami sudah menyiagakan mobil pemadam kebakaran agar apabila terjadi keadaan darurat di TPA dapat segera ditangani. Namun tentu harapan kita bersama, kejadian kebakaran seperti sebelumnya tidak terulang lagi," katanya. Di sisi lain, Pemkab Maros juga memastikan program penyaluran air bersih kepada masyarakat tetap dilaksanakan selama musim kemarau. Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air telah dipetakan sebagai dasar penyaluran bantuan.

Syafril menegaskan bahwa penanganan dampak kemarau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Maros kembali mengajak berbagai pihak, termasuk PMI, Angkasa Pura, perusahaan melalui program CSR, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga. "Kita ingin seluruh stakeholder bergotong royong seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan kebersamaan, kita berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dan risiko bencana selama musim kemarau bisa diminimalkan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....