BPBD Maros Ingatkan Bahaya Membakar Sampah di Musim Kemarau
- 15 Jul 2026 11:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran di berbagai wilayah, termasuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontoramba yang memiliki tumpukan material mudah terbakar. Kepala BPBD Kabupaten Maros, Toadeng, mengatakan cuaca panas berkepanjangan dan minimnya curah hujan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman, lahan, maupun fasilitas pengelolaan sampah.
Menurutnya, TPA menjadi salah satu lokasi yang memerlukan perhatian khusus karena akumulasi sampah dapat menghasilkan panas dan gas yang berpotensi memicu munculnya titik api ketika kondisi cuaca sangat kering. Mengantisipasi hal tersebut, BPBD Maros terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, pengelola TPA, serta instansi terkait untuk memastikan kesiapan personel, armada, dan peralatan penanggulangan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Selain memperkuat kesiapsiagaan pemerintah, Toadeng menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran. Ia mengimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama tanpa pengawasan, karena api dapat dengan cepat menjalar saat musim kemarau. "Masyarakat harus lebih berhati-hati. Jangan membakar sampah sembarangan karena kondisi cuaca yang kering membuat api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan," ujarnya Selasa 13 Juli 2026.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah. "Salah satunya dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik serta mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan guna mencegah korsleting listrik, yang menjadi salah satu penyebab kebakaran rumah. Toadeng menegaskan bahwa upaya mitigasi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan jumlah kejadian kebakaran selama musim kemarau, " tambahnya.
Ia berharap kolaborasi antara BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, pengelola TPA, pemerintah desa, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan sehingga risiko kebakaran di Kabupaten Maros dapat diminimalkan. Dengan langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini, BPBD Maros optimistis dampak musim kemarau terhadap ancaman kebakaran dapat ditekan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan melindungi lingkungan dari kerusakan yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....