Muh Samsuri Dilantik Rektor UMUKA 2 Periode, Fokus Genjot Akreditasi dan Mutu SDM

  • 14 Jul 2026 20:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Muh Samsuri secara resmi kembali dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Karanganyar atau UMUKA untuk periode kedua dengan masa bakti 2026-2030. Prosesi pelantikan rektor perguruan tinggi swasta yang berkembang pesat di Bumi Intanpari ini berlangsung khidmat di Gedung Studitorium UMUKA pada Selasa, 14 Juli 2026.

Pada periode kepemimpinan keduanya, Muh Samsuri berkomitmen untuk mengalihkan fokus kerja dari ekspansi penambahan program studi baru ke arah penguatan mutu internal. Langkah ini diambil guna memperkokoh fondasi kelembagaan yang telah diletakkan pada periode pertama.

"Kalau kedua jadi ya tentu melanjutkan kemarin ya. Kemarin memang kita baru meletakkan pondasi dasar-dasar memperluas akses. Periode kedua tentu tekanan kami nanti pada penguatan apa yang sudah ada, baik dari sisi kelembagaan maupun dari sisi prodi," ujar Rektor UMUKA, Muh Samsuri, usai pelantikan, Selasa 14 Juli 2026.

Muh Samsuri mengakui peningkatan mutu akademik menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi yang usianya masih relatif muda. Ia menargetkan peningkatan status akreditasi dan peningkatan kualifikasi tenaga pendidik secara bertahap dalam empat tahun ke depan.

"Amanah periode kedua ini tentu menjadi catatan kami. Ya, akreditasi pasti kami genjot. Yang kedua SDM. SDM betul ya kami memang masih mayoritas S2, tapi kan dalam tiga tahun ini kami sudah menyekolahkan setidaknya sudah 20-an dosen," katanya.

Selain pembenahan kapasitas sumber daya pengajar, UMUKA juga merancang pengembangan sarana dan prasarana fisik kampus secara realistis. Program jangka pendek difokuskan untuk pemenuhan fasilitas penunjang kuliah pada prodi yang sudah ada, sementara jangka panjang diarahkan pada perluasan lahan kampus di sisi barat.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, menegaskan jabatan periode kedua ini bukanlah sebuah hadiah melainkan amanah berat yang harus dibarengi dengan transformasi kualitas yang nyata.

"Harus dipahami periode kedua itu bukan hadiah, tapi amanah berat untuk terus meningkatkan kualitas. Kalau Majelis DiktiLitbang selalu menitipkan bahwa ada amanah yang harus dilaksanakan paling tidak pada tiga hal," kata Prof. Ahmad Muttaqin.

Tiga amanah krusial tersebut meliputi pemantapan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang modern, akselerasi transformasi kelembagaan, serta peningkatan mutu akademik yang berdampak langsung dalam memberikan solusi atas permasalahan masyarakat sekitar.

Selain itu, Prof Muttaqin memberikan apresiasi tinggi karena dari total 165 perguruan tinggi di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah, UMUKA tercatat sebagai salah satu kampus baru dengan pertumbuhan paling progresif di Indonesia.

"Dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain dengan usia yang masuk tahun kelima, ini termasuk perguruan tinggi yang perkembangannya sangat cepat. Kalau dilihat dari aspek kelembagaan dan jaringan-jaringan yang dimiliki," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....