BPS Kalbar Lampaui Target Awal Sensus Ekonomi 2026
- 14 Jul 2026 17:54 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - BPS Kalbar melampaui target awal Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan usaha untuk memperkuat kebijakan pembangunan ekonomi daerah berkelanjutan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat capaian pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 telah mencapai 43,13 persen hingga 13 Juli 2026. Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 40 persen yang ditetapkan untuk 15 Juli 2026.
Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan sensus di Kalimantan Barat berjalan sesuai harapan meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Menurut Saichudin, Sensus Ekonomi merupakan agenda statistik nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
"Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini untuk memotret kondisi perekonomian secara utuh sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran," ujarnya di Pontianak, Senin, 13 Juli 2026.
Pendataan dilakukan secara door to door untuk menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, mulai dari sektor pertanian, industri, perdagangan, kesehatan, pendidikan, hingga usaha berbasis digital yang dijalankan dari rumah.
Meski demikian, BPS masih menghadapi tantangan berupa sulitnya akses menuju wilayah pedalaman serta keterbatasan jaringan internet. Sementara di kawasan perkotaan, sebagian warga masih ragu menerima kedatangan petugas sensus.
Saichudin menegaskan seluruh petugas telah dibekali surat tugas, kartu identitas, dan rompi resmi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat memberikan data.
"Kami berharap masyarakat tidak ragu menerima petugas dan memberikan jawaban yang jujur karena data yang dikumpulkan semata-mata untuk kepentingan statistik," katanya.
BPS mencatat Kabupaten Mempawah menjadi daerah dengan progres pendataan tercepat. Disusul Kabupaten Kubu Raya, Bengkayang, Sambas, Sekadau, dan Kapuas Hulu yang juga menunjukkan perkembangan positif. Sementara Kota Pontianak dan Kabupaten Kayong Utara masih memerlukan percepatan pendataan.
Saichudin optimistis capaian pendataan Kalimantan Barat akan terus meningkat hingga 46–47 persen pada 15 Juli 2026. Ia menegaskan seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan dalam bentuk data agregat untuk mendukung penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih akurat dan tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....