Kepala LAN Buka PKN Tingkat II Angkatan XXV 2026 di Aceh

  • 14 Jul 2026 19:48 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2026 di Aceh Besar, Selasa 14 Juli 2026. Sebanyak 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah mengikuti pelatihan yang akan berlangsung hingga November 2026.

Dalam sambutannya, Muhammad Taufiq menegaskan bahwa penyelenggaraan PKN II di Aceh bukan sekadar pilihan lokasi, melainkan memiliki makna strategis dan historis. Menurutnya, Aceh merupakan contoh nyata daerah yang berhasil bangkit dari berbagai bencana melalui tata kelola pemerintahan yang adaptif dan kolaboratif.

"Berada di Aceh berarti kita berdiri di atas laboratorium hidup ketangguhan peradaban. Aceh telah menunjukkan kepada dunia bagaimana kepemimpinan dan tata kelola yang baik mampu mengubah krisis menjadi momentum kebangkitan," kata Taufiq dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Taufiq menekankan bahwa pejabat pimpinan tinggi pratama tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola rutinitas birokrasi, melainkan menjadi pemimpin strategis yang bertanggung jawab menerjemahkan visi besar pemerintah ke dalam kebijakan dan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Pada PKN II Angkatan XXV ini, LAN mengangkat tema "Kepemimpinan Adaptif dalam Penguatan Tata Kelola Pemulihan Pasca Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi Daerah dan Nasional". Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara yang rentan terhadap berbagai bencana alam dan perubahan iklim.

Menurut Taufiq, konsep resiliensi yang dibutuhkan saat ini tidak lagi sekadar kemampuan untuk kembali ke kondisi semula setelah bencana. Pemerintah daerah dan pusat harus mampu melakukan transformasi sehingga kondisi pascabencana menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Kita ingin tata kelola pemerintahan yang tidak hanya mampu bertahan menghadapi krisis, tetapi juga semakin kuat dan berkembang setelah melewati tantangan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ketahanan nasional sangat bergantung pada ketahanan daerah. Ketika suatu wilayah lumpuh akibat bencana, dampaknya akan langsung dirasakan terhadap rantai pasok, stabilitas ekonomi, hingga pelayanan publik secara nasional.

Melalui pelatihan ini, para peserta akan dibekali kemampuan dalam empat aspek utama, yakni koordinasi lintas sektor pemulihan pascabencana, transformasi tata kelola rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis risiko, inovasi pelayanan publik pascabencana, serta penguatan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan sumber daya saat masa pemulihan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) LAN RI, Said Fadhil, dalam laporannya menyebutkan bahwa PKN Tingkat II Angkatan XXV diikuti oleh 63 peserta yang berasal dari berbagai instansi, di antaranya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Kehutanan, Mahkamah Agung, Pemerintah Provinsi Aceh, serta sejumlah pemerintah kabupaten di Aceh dan Sumatera Utara.

Pelatihan akan berlangsung selama 923 jam pelajaran atau setara 107 hari, menggunakan metode blended learning yang mengombinasikan pembelajaran klasikal dan pembelajaran jarak jauh. Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 14 Juli hingga 20 November 2026.

Menutup sambutannya, Muhammad Taufiq mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai ruang untuk melahirkan inovasi dan strategi perubahan yang berdampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.

"Dunia membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan arah di tengah ketidakpastian serta beradaptasi terhadap perubahan. Bangsa ini menanti inovasi dan strategi Saudara untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, resilien, dan berdaya saing," pungkasnya sebelum secara resmi membuka PKN Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2026.

Pada kesempatan tersebut Muhammad Taufiq juga meluncurkan dua buku yang berjudul "Kebijakan Bencana, Proses Pengambilan Kebijakan Publik dalam Keadaan Krisis" dan "Evaluasi Pembelajaran, Pendektan Terpadu Untuk Kompetensi Abad 21". Diharapkan kedua buku tersebut bisa menambah khasanah keilmuan terkait kebencanaan dan evaluasi proses pembalajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....