Pemkot Kendari Launching Keluraham Siaga TBC
- 14 Jul 2026 14:37 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Kendari – Pemerintah kota (Pemkot) Kendari terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Salah satunya dengan menggelar Pertemuan Koordinasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan peluncuran (Launching) Kelurahan Siaga TBC dengan slogan “Kendari Tuntas TBC”, serta program pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus intervensi stunting bagi ibu hamil dan balita bertajuk “Paket Sehat Spesial”. Di salah satu hotel di kota Kendari, Selasa 14 Juli 2026.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, menjelaskan peluncuran Kelurahan Siaga TBC merupakan langkah integratif untuk menekan angka penularan tuberkulosis secara masif. Dimana
Pemerintah Kota Kendari menetapkan 62 titik lokus atau kelurahan yang akan menjadi pusat identifikasi dini.
“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi bidang kesehatan yang terintegratif, dirangkaikan dengan launching Kelurahan Siaga TBC. Kami menyebar 62 lokus atau titik yang nantinya menjadi pusat identifikasi untuk men-tracking semua faktor risiko, termasuk kondisi lingkungan yang terindikasi TBC,” ungkap Siska Karina Imran.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari per Juni 2026, tren kasus TBC di Kota Kendari tercatat mengalami dinamika dimana pada tahun 2023 tercatat mencapai 1.660 kasus, tahun 2024 tercatat mencapai 1.678 kasus, tahun 2025 mencapai 2.126 kasus dan hingga juni 2026 telah di temukan 923 kasus.
| Baca juga: Pemkot Kendari Luncurkan Kelurahan Siaga TBC |
Dari total 923 kasus aktif yang terdeteksi hingga Juni 2026, Pemkot Kendari bergerak cepat dengan rincian penanganan yakni 896 kasus atau 97,1 persen telah melakukan pengobatan secara intensif, 451 kasus atau 64 persen telah dilakukan investigasi kontak erat untuk memutus mata rantai penularan dan 75 kasus atau 3,2 persen mendapatkan Terapi Pencegahan TBC (TPT).
Sementara terkait dengan percepatan penurun stunting dr. Siska menegaskan langkah intervensi tak pernah kendur dan terus membuahkan hasil positif.
“Sebenarnya angka stunting kita terus menurun. Pada tahun-tahun sebelumnya saat awal kami menjabat, tercatat ada sekitar 500 anak penderita stunting di Kota Kendari. Melalui berbagai strategi intervensi serentak, pada tahun 2025 kemarin angka ini berhasil kita turunkan menjadi 460 anak,” tuturnya.
Wali Kota juga menegaskan program Orang Tua Asuh Stunting yang melibatkan pejabat daerah masih berjalan konsisten hingga hari ini.
Guna memaksimalkan akurasi penanganan, walikota Kendari meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satgas Stunting segera merapatkan barisan untuk menyinkronkan data antara dinas dan Puskesmas.
“Sinkronisasi data ini sangat penting. Tugas Dinkes dan Satgas untuk memastikan data di lapangan sinkron, karena kita di daerah yang bermukim di sini dan melaksanakan langsung program ini, sehingga kitalah yang paling tahu kondisi riil masyarakat kita,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....