DISPUSIP Kepri Buka Layanan Konsultasi Penelitian Gratis untuk Masyarakat

  • 14 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui Layanan Konsultasi Penelitian (Lakonan). Program yang mulai diluncurkan sejak Juni 2025 ini ditujukan untuk membantu siswa, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang sedang menyusun penelitian, Selasa, 14 Juli 2026.

Pustakawan Ahli Madya Dispusip Kepri sekaligus Konsultan Layanan Penelitian, Jefri Kamil, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari transformasi perpustakaan. Hal ini, agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat meminjam dan menyimpan buku, tetapi juga menjadi pusat pendampingan kegiatan penelitian masyarakat.

”Layanan konsultasi penelitian ini sengaja kami buka agar perpustakaan lebih bertransformasi di era perubahan,” ujar Jefri Kamil.

Jefri menjelaskan, masyarakat yang ingin berkonsultasi tidak harus membawa proposal atau draft penelitian. Cukup datang ke Dispusip Kepri dan menyampaikan kendala yang dihadapi, mulai dari menentukan topik penelitian, merumuskan masalah, hingga menyusun desain penelitian.

”Program ini memang dibuat untuk memudahkan siswa, mahasiswa S1, S2, S3, maupun masyarakat umum yang sedang melakukan penelitian,” ucapnya.

Jefri menyebutkan, layanan konsultasi tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Setiap sesi konsultasi berlangsung cukup panjang, berkisar antara satu hingga dua jam untuk setiap peserta, sehingga dalam satu hari pihaknya biasanya melayani dua hingga lima orang, tergantung durasi pendampingan.

”Kami berharap masyarakat memanfaatkannya karena kami ingin menjadi solusi bagi mahasiswa dan masyarakat yang mengalami kesulitan penelitian,” tuturnya.

Jefri menambahkan, hingga saat ini, minat masyarakat terhadap layanan tersebut terus meningkat, hampir setiap hari kerja sudah ada peserta yang menjadwalkan konsultasi. Ia berharap, semakin banyak masyarakat memanfaatkan fasilitas ini sebagai alternatif pendampingan di luar bimbingan akademik di perguruan tinggi.

“Banyak mahasiswa mengalami kebingungan dalam proses penelitiannya. Karena itu kami membuka wadah ini seluas-luasnya,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....