Hari Pajak Jadi Momentum Perkuat Gotong Royong Melalui Kepatuhan Pajak Nasional

  • 14 Jul 2026 14:07 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Peringatan Hari Pajak 14 Juli 2026 mengusung tema “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh” sebagai pengingat bahwa pajak merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone, Dr. Amran, SE., AK., MPA, mengatakan peringatan tahun ini dilaksanakan secara sederhana dengan mengedepankan nilai religius, sosial, dan kebersamaan.

Menurut Dr. Amran, rangkaian kegiatan Hari Pajak 2026 tidak diisi dengan kegiatan yang bersifat seremonial berlebihan atau hura-hura. Seluruh kantor Direktorat Jenderal Pajak di Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, diarahkan untuk menggelar kegiatan yang lebih bermakna bagi pegawai maupun masyarakat.

“Perayaan Hari Pajak tahun ini kami kemas lebih sederhana. Tidak ada kegiatan yang hura-hura, tetapi lebih kepada kegiatan religius dan sosial, seperti mengaji bersama yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kantor KPP Pratama se-Indonesia, dari pusat hingga daerah,” ujar Dr. Amran kepada RRI.CO.ID.

Selain kegiatan keagamaan, KPP Pratama Watampone juga melaksanakan bakti sosial di Kabupaten Soppeng yang merupakan salah satu wilayah kerja KPP Pratama Watampone, bersama Kabupaten Bone dan Wajo. Rangkaian peringatan juga diisi dengan aksi donor darah, permainan kebersamaan, serta berbagai perlombaan internal yang melibatkan seluruh pegawai.

“Kami juga melaksanakan bakti sosial di Kabupaten Soppeng, kemudian donor darah, serta berbagai games dan lomba internal. Harapannya, Hari Pajak menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa pajak adalah wujud gotong royong nasional,” katanya.

Dr. Amran menjelaskan, pajak merupakan tulang punggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang membiayai berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga pembangunan infrastruktur. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, pada tahun 2025 penerimaan pajak neto Indonesia mencapai Rp1.917,6 triliun. Secara bruto, kontribusi pajak menyumbang lebih dari 80 persen pendapatan negara. Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata hadirnya negara melalui sekolah yang tetap beroperasi, rumah sakit yang terus melayani masyarakat, pembangunan jalan dan fasilitas umum, serta berbagai program bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....