Tahun Baru 1448 Hijriah Momentum Refleksi Diri dan Perbaikan
- 16 Jun 2026 12:52 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi saat yang tepat bagi umat Muslim untuk melakukan refleksi diri, mengevaluasi perjalanan hidup, serta menata langkah menuju masa depan yang lebih baik. Pergantian tahun hijriah tidak sekadar menjadi penanda perubahan angka dalam kalender, tetapi juga momentum spiritual untuk memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung Bone, Ustaz Dr. Muhammad Asriady, M.Th.I., mengatakan bahwa Tahun Baru Hijriah hendaknya dimaknai sebagai ruang kontemplasi untuk menghitung kembali perjalanan hidup yang telah dilalui serta menyusun perencanaan yang lebih baik untuk masa mendatang.
“Pergantian tahun bukan hanya tentang apa yang telah berlalu, tetapi bagaimana kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dan apa yang akan kita persiapkan untuk hari esok. Islam mengajarkan agar setiap muslim senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri,” ujarnya, saat dikonfirmasi rri.co.id, Selasa 16 Juni 2026.
Menurutnya, pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi ‘Wal tanzur nafsun mā qaddamat ligad’ yang mengandung perintah agar setiap manusia memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk masa depan.
“Ayat ini merupakan alarm spiritual bagi setiap muslim. Hari esok bukanlah sebuah kejutan, melainkan hasil dari apa yang kita persiapkan hari ini. Karena itu, setiap amal dan ikhtiar yang kita lakukan saat ini merupakan investasi untuk kehidupan dunia maupun akhirat,” katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Asriady menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar refleksi yang perlu diperkuat pada momentum Tahun Baru 1448 Hijriah, yakni peningkatan spiritualitas, kedewasaan emosional, dan perbaikan hubungan interpersonal. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk pribadi muslim yang lebih baik.
“Pertama, kita harus meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah yang lebih baik dan lebih khusyuk. Kedua, memperkuat kedewasaan emosional dengan menumbuhkan empati, saling memaafkan, serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, memperbaiki hubungan dengan sesama melalui komunikasi yang baik dan refleksi diri yang berkelanjutan,” jelas Ustaz Asriady.
Ia menambahkan bahwa kehidupan yang dijalani saat ini bersifat sementara. Karena itu, setiap individu perlu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk membangun masa depan yang lebih bermakna. Masa lalu dapat dijadikan pelajaran, sementara masa depan harus dipersiapkan melalui tindakan nyata yang dilakukan pada hari ini.
“Sering kita mendengar bahwa kemarin adalah kenangan, hari ini adalah realita, dan esok adalah cita-cita. Maka jangan terjebak dalam penyesalan masa lalu, tetapi jadikan pengalaman sebagai bekal untuk memperbaiki diri dan mewujudkan harapan yang lebih baik di masa depan,” tuturnya.
Mengakhiri pesannya, Ustaz Dr. Muhammad Asriady mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, serta lebih dekat kepada Allah SWT. Ia berharap semangat berbenah diri dapat diwujudkan dalam setiap peran kehidupan, baik sebagai hamba Allah, anggota keluarga, maupun bagian dari masyarakat.
“Marilah kita memulai tahun baru ini dengan tekad untuk melakukan yang terbaik dalam setiap amanah yang kita emban. Tingkatkan spiritualitas, perkuat hubungan dengan sesama, dan terus berupaya menjadi pribadi yang lebih mulia. Semoga Tahun Baru 1448 Hijriah membawa keberkahan bagi kita semua,” tutup Ustaz Asriady.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....