BI Kalbar Borong Delapan Penghargaan FESyar KTI 2026

  • 14 Jul 2026 13:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kalimantan Barat memborong delapan penghargaan FESyar KTI 2026 sekaligus mengukuhkan daya saing ekonomi syariah tingkat kawasan Indonesia Timur.

Capaian daya saing ekonomi syariah Kalbar tersebut terbukti dan teruji di ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 10–12 Juli 2026.

Fakta tersbut menjadi bukti bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Barat tidak hanya tumbuh dari sisi literasi, tetapi juga mampu melahirkan talenta yang berprestasi di tingkat kawasan.

Pada kompetisi Halal Chef Competition, Kalimantan Barat mendominasi dengan meraih Juara 1 Kategori Profesional melalui Eko Hedrawan, Juara 1 Kategori Umum melalui Elpidius Ricky, serta Juara 3 Kategori Pesantren melalui Islandi. Hasil ini semakin mengukuhkan potensi Kalbar sebagai salah satu pusat pengembangan industri kuliner halal di Indonesia Timur.

Prestasi juga diraih pada Modest Fashion Designer Competition. Desainer Jazila dari BornNeo sukses meraih Juara 1 kategori profesional, sedangkan Riza Fibula memperoleh Juara 3 kategori pelajar.

Di bidang literasi, SMAN 3 Pontianak berhasil meraih Juara 3 Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional tingkat Kawasan Timur Indonesia. Sementara itu, Baitulwaqaf Munzalan Indonesia meraih Juara 2 kategori wakaf produktif, dan Fadilla Amarti Pratiwi menjadi Juara 1 Lomba Konten Syariah.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Kalimantan Barat mewakili Kawasan Timur Indonesia pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta melalui sejumlah kategori, termasuk Halal Chef Competition dan Modest Fashion Designer Competition.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya menilai prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, serta lembaga zakat dan wakaf dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing.

Menurut Doni, sektor kuliner halal, modest fashion, ekonomi sosial syariah, dan literasi generasi muda menjadi kekuatan baru yang mampu mengangkat daya saing daerah di tingkat nasional.

"Ke depan, Bank Indonesia Kalbar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pesantren, komunitas, dan pelaku usaha untuk memperluas lahirnya talenta unggul, mengembangkan industri halal, serta meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah,"harap Doni.

Prestasi di FESyar KTI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan daerah sekaligus mendorong Kalimantan Barat semakin kompetitif di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....