Kemarau Mulai Pengaruhi Pertanian di Duhiadaa, Petani Tunda Tanam Padi
- 14 Jul 2026 12:46 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Pohuwato - Dampak musim kemarau di Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, hingga kini belum terlalu dirasakan masyarakat. Pemerintah kecamatan juga belum menerima laporan mengenai krisis air bersih akibat berkurangnya curah hujan.
Camat Duhiadaa, Burhan Inaku Moputi, mengatakan hingga saat ini kebutuhan air bersih masyarakat masih dapat terpenuhi. Meski demikian, dampak musim kemarau mulai dirasakan oleh para petani, terutama pada sektor pertanian.
"Sampai saat ini kami belum menerima laporan terkait kekurangan air bersih akibat musim kemarau. Namun, yang mulai dirasakan adalah berkurangnya debit air yang mengaliri areal persawahan," kata Burhan dalam program Halo RRI, Senin 13 Juli 2026
Menurutnya, berkurangnya pasokan air ke lahan pertanian bukan semata-mata disebabkan musim kemarau. Tingginya sedimentasi yang menutupi saluran irigasi menyebabkan aliran air ke sawah menjadi tidak optimal.
Burhan menjelaskan, Kecamatan Duhiadaa memiliki sekitar 1.500 hektare lahan persawahan. Namun, sebagian petani memilih menunda masa tanam padi sebagai langkah antisipasi untuk menghindari risiko gagal panen apabila pasokan air terus berkurang.
"Beberapa petani belum melakukan penanaman karena mengantisipasi kemungkinan gagal tanam. Mereka berharap dapat beralih menanam komoditas hortikultura dan tanaman lainnya yang membutuhkan air lebih sedikit," ujarnya.
Ia menambahkan, para petani juga berharap Pemerintah Kabupaten Pohuwato dapat memfasilitasi penyediaan benih hortikultura maupun komoditas alternatif lainnya agar proses alih tanam dapat segera dilakukan.
Pemerintah Kecamatan Duhiadaa terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan musim kemarau sekaligus mengupayakan langkah-langkah antisipasi agar sektor pertanian tetap produktif dan dampak kekeringan terhadap petani dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....