Monumen M. Jasin Perkuat Identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan

  • 14 Jul 2026 14:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kota Surabaya kini resmi memiliki ikon bersejarah baru yang gagah berdiri di tengah kota. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Patung Pahlawan Nasional Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Moehammad Jasin. Peresmian monumen megah ini menjadi salah satu rangkaian utama dalam puncak peringatan Hari Juang Polri yang dipusatkan di Kota Pahlawan.

Monumen yang menggambarkan sosok M. Jasin sedang menunggangi kuda dengan sikap tegas ini diletakkan di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di sisi barat simpang empat Jalan Raya Darmo dan Jalan Dr. Soetomo, Surabaya, bersebelahan dengan kawasan Monumen Polisi Istimewa. Kehadiran patung ini langsung menarik perhatian para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas di salah satu jalur protokol tersibuk di Surabaya tersebut.

Dilansir dari laman resmi Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan patung Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Dr. H. Moehammad Jasin, pahlawan nasional yang dikenal sebagai pendiri Brimob dan tokoh pejuang kepolisian, Kamis 21 Agustus 2025. Peresmian tersebut dilakukan usai Kapolri memimpin langsung Upacara Hari Juang Polri 2025 yang digelar di Surabaya.

Patung yang berdiri di kawasan Polisi Istimewa, Jalan Dokter Soetomo, Surabaya, menggambarkan sosok M. Jasin dengan postur tegap dan penuh wibawa. Sebelum peresmian, Kapolri sempat menyapa keluarga M. Jasin serta memberikan tali asih kepada keluarga dan para veteran.

Monumen bersejarah ini dibangun dengan dimensi yang sangat megah. Patung M. Jasin memiliki tinggi keseluruhan mencapai 7 meter, dengan panjang 5,6 meter dan lebar 5 meter. Struktur tersebut ditopang oleh pondasi dan pedestal setinggi 2 meter yang dirancang dengan desain kokoh, estetis, serta dihiasi oleh relief perjuangan di bagian dinding bawahnya.

Sosok Jenderal M. Jasin digambarkan sedang menunggang kuda dengan sikap siaga dan berwibawa. Visualisasi ini melambangkan keberanian, ketegasan, serta jiwa kepemimpinan luar biasa beliau saat memimpin Polisi Istimewa dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan melawan pasukan sekutu di Surabaya pada tahun 1945.

Pada bagian kaki monumen, terdapat prasasti hitam yang memuat narasi sejarah perjuangan sang pahlawan nasional yang juga kerap dijuluki sebagai "Bapak Brimob" tersebut. Relief yang terpahat rapi menceritakan momentum krusial saat Polisi Istimewa menyatakan sikap setia kepada Republik Indonesia, yang kini menjadi tonggak sejarah lahirnya Hari Juang Polri.

Monumen ini diharapkan tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga memiliki makna yang mendalam. Kehadirannya menjadi simbol pemersatu dan pengikat emosional antara Polri dan masyarakat Surabaya.

Bagi generasi muda, monumen ini menjadi sarana untuk mengenang perjuangan heroik kepolisian sekaligus memahami peran Polri dalam mempertahankan kemerdekaan. Lebih dari itu, monumen ini diharapkan menjadi warisan nilai yang menanamkan semangat patriotisme, nasionalisme, serta keberanian kepada para penerus bangsa.

Keberadaan Monumen Jenderal Polisi M. Jasin ini, Surabaya tidak hanya menambah daftar ruang publik berestetika tinggi, tetapi juga memperkuat jati dirinya sebagai Kota Pahlawan yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan. Monumen ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi terbuka bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....