SD Negeri 2 Bantan Targetkan Predikat Adiwiyata Mandiri Tahun 2026
- 14 Jul 2026 13:17 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – SD Negeri 2 Bantan, Kabupaten Bengkalis, terus mempersiapkan diri untuk mengikuti penilaian Program Adiwiyata Mandiri pada tahun 2026. Setelah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional pada 2024, sekolah tersebut kini menargetkan predikat tertinggi dalam Program Adiwiyata sebagai wujud komitmen membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Kepala SD Negeri 2 Bantan, Iriayana Ningsih, mengatakan perjalanan sekolah menuju Adiwiyata Mandiri dimulai sejak mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat kabupaten pada 2021. Setahun kemudian sekolah berhasil meraih predikat Adiwiyata Provinsi. Meski sempat belum berhasil melaju ke tingkat nasional pada 2023, SD Negeri 2 Bantan akhirnya memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional pada 2 Oktober 2024.
"Alhamdulillah, perjalanan kami dimulai dari Adiwiyata Kabupaten pada 2021, kemudian Provinsi pada 2022. Tahun 2023 kami belum berhasil ke tingkat nasional, namun pada tahun 2024 kami berhasil meraih Adiwiyata Nasional. Sekarang kami mempersiapkan diri menuju Adiwiyata Mandiri," ujar Iriayana kepada RRI Bengkalis.
Menurutnya, salah satu persyaratan utama untuk memperoleh predikat Adiwiyata Mandiri adalah memiliki sekolah binaan yang berhasil menerapkan budaya peduli lingkungan. SD Negeri 2 Bantan telah memenuhi persyaratan tersebut dengan mendampingi sejumlah sekolah di Kecamatan Bantan.
"Salah satu syarat menuju Adiwiyata Mandiri adalah memiliki dua sekolah binaan. Alhamdulillah kami sudah membina SMP Negeri 5 Bantan yang tahun ini mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat kabupaten. Sebelumnya kami juga mendampingi SD Negeri 15 dan SD Negeri 16 hingga meraih Adiwiyata tingkat provinsi," jelasnya.
Iriayana menegaskan, Program Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi sarana membangun budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Ia berharap SD Negeri 2 Bantan dapat menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah sekolah yang telah meraih Adiwiyata tingkat kabupaten maupun provinsi, namun belum melanjutkan ke tingkat nasional. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa Program Adiwiyata membutuhkan biaya besar.
Padahal, kata dia, pengembangan budaya peduli lingkungan dapat dilakukan melalui kolaborasi antara sekolah, komite, orang tua, dan masyarakat. Pemanfaatan barang bekas, kegiatan gotong royong, hingga partisipasi warga sekolah dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat mendukung keberhasilan Program Adiwiyata.
Sementara itu, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Dewi Eka Handayani, mengatakan SD Negeri 2 Bantan menjadi salah satu sekolah di Bengkalis yang dipersiapkan untuk mengikuti penilaian Adiwiyata Mandiri tahun ini. Ia berharap keberhasilan sekolah tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan lingkungan dan memperluas budaya peduli lingkungan di Kabupaten Bengkalis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....