Smamda Perkuat Deep Learning Berbasis Nilai Islam dan Karakter
- 14 Jul 2026 10:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) terus memperkuat penerapan deep learning dengan memadukan pembelajaran mendalam, nilai-nilai Islam, serta pembentukan karakter siswa. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan sekolah kepada peserta didik baru dalam kegiatan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI).
Kepala Smamda, Zainul Arifin, mengatakan sekolah membangun budaya belajar melalui tiga core value, yakni sinergi, mandiri, dan adaptif. Ketiga nilai tersebut menjadi pembeda Smamda dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan.
"Kami membangun diferensiasi melalui tiga core value, yaitu sinergi, mandiri, dan adaptif. Sinergi diwujudkan melalui kolaborasi siswa, guru, dan kepala sekolah untuk meraih prestasi. Kemandirian harus menjadi karakter setiap siswa, sedangkan adaptif berarti tidak boleh cepat merasa puas dan harus terus berkembang, hari ini harus lebih baik dari kemarin," ujar Zainul, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurutnya, konsep deep learning di Smamda tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar yang bermakna. Siswa diajak memahami materi secara mendalam, mengimplementasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian melakukan refleksi sebagai bagian dari proses belajar yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
"Dalam deep learning, siswa diajak memahami, mengimplementasikan, lalu merefleksikan setiap pengalaman belajar. Proses itu sejalan dengan ajaran Islam sehingga pembelajaran tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter," katanya.
Zainul menambahkan, sekolah juga menanamkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri sejak awal masuk sekolah. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya bersaing dengan sekolah lain, melainkan bagaimana setiap siswa mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari dirinya di masa lalu.
Selain itu, Smamda melibatkan unsur TNI dalam kegiatan pembinaan karakter selama FORTASI. Langkah tersebut bertujuan memperkuat kedisiplinan, rasa nasionalisme, dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan melalui berbagai kegiatan, termasuk upacara bendera.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya disiplin, tetapi juga memahami nilai perjuangan para pahlawan sehingga tumbuh rasa cinta tanah air dan nasionalisme yang kuat," ucap Zainul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....