Peringatan Puncak Peringatan Harlah ke 80 Pemkab Sukoharjo Disederhanakan
- 14 Jul 2026 08:10 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo - Perayaan Hari Lahir (Harlah) Ke-80 Pemkab Sukoharjo 2026 mengalami sejumlah penyesuaian menyusul penangkapan terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani oleh KPK.
Asisten II Sekretaris Daerah (Setda) Pemkab Sukoharjo Suyamto dalam jumpa persnya, Senin 13 Juli 2026 menjelaskan, meski perayaan dikemas sederhana, seluruh agenda pokok dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal.
"Ya, ada sejumlah perubahan dan paling mencolok terdapat pada pelaksanaan Kirab Pataka petikan SK Pemkab Sukoharjo yang menjadi bagian utama pada upacara Rabu 15 Juli 2026," ujar Suyamto.
Prinsipnya, kata Suyamto seluruh rangkaian acara tetap dilaksanakan dan yang bisa ditiadakan yang bukan bersumber dari APBD.
"Tetap berlangsung. Hanya saja, konsep pelaksanaannya disederhanakan," katanya.
Sebelumnya, Kirab Pataka rencananya diberangkatkan dari rumah dinas Bupati melalui prosesi yang lebih meriah. Namun lantaran rumah dinas kini dalam posisi status quo maka rute mengalami perubahan.
"Start kirab digeser dari kantor Setda Sukoharjo, dan Pataka diangkut menggunakan mobil pikap, diiringi rombongan seluruh kepala OPD dan Forkompimda menggunakan kendaraan dinas hingga Simpang Lima Sukoharjo, dan berjalan kaki menuju lokasi upacara yakni di alun-alun satya negara," ujarnya.
Asisten 2 Setda Sukoharjo Suyamto lebih lanjut juga mengatakan, usai upacara sejumlah agenda di tetap digelar. Mulai dari flashmob tari Gambyong massal hingga gunungan yang hanya diikuti peserta upacara.
"Penyesuaian juga menyasar Pawai Budaya pada 16 Juli 2026 malam di kawasan Solo Baru. Dimana Panggung kehormatan dibuat lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata dia.
Tak hanya itu, malam resepsi hari jadi yang dirangkai dengan pembukaan Sukoharjo Expo 2026, juga hanya berisi laporan, sambutan, dan pembukaan acara, tanpa pertunjukan tari seperti yang semula direncanakan.
“Kalau hiburan tetap ada, tetapi sederhana. Bukan pertunjukan besar. Semua kami sesuaikan agar lebih sederhana,” jelasnya.
Pada gelaran Sukoharjo Food and Fashion Festival (SF3), konsep fashion show juga diubah. Kostum yang telah dibeli menggunakan APBD tetap dikenakan unsur forkompimda, sebagai bentuk promosi produk UMKM lokal. Namun, mereka tidak lagi berjalan di atas panggung.
“Nanti hanya diumumkan produk UMKM yang dikenakan masing-masing forkompimda. Cukup berdiri dari tempat duduk. Sedangkan yang tampil di panggung diserahkan kepada pelaku UMKM, agar bisa mempromosikan produknya secara maksimal,” ujar Suyamto.
Terkait penyerahan hadiah bagi pemenang lomba kostum saat upacara hari jadi, justru ditiadakan. Enam unit sepeda yang telah disiapkan tetap diberikan kepada para pemenang, namun tanpa prosesi penyerahan secara simbolis.
“Nanti hanya diumumkan nama pemenangnya. Hadiah diambil di tempat yang sudah ditentukan, jadi tidak ada seremoni penyerahan," ujarnya.
Sementara itu, konser grup musik Guyon Waton yang menjadi penutup rangkaian Hari Jadi tetap dilaksanakan. Hanya saja tanpa seremoni maupun panggung khusus VIP.
“Konser Guyon Waton tetap digelar sebagai hiburan untuk masyarakat. Tidak ada seremoni, tidak ada panggung VIP. Murni untuk hiburan rakyat," pungkasnya.(Edwi)
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....