Pameran Inaya Kayan Hadir di Pontianak, Angkat Cerita dari Kapuas Hulu
- 14 Jul 2026 08:53 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Pameran Inaya Kayan akan digelar di Kampung Budaya Caping, Pontianak, pada 17–19 Juli 2026. Pameran yang terbuka secara gratis untuk masyarakat ini menampilkan karya-karya hasil proses Art Studies, sebuah perjalanan eksplorasi yang mengajak anak muda belajar langsung dari kehidupan masyarakat adat di Kapuas Hulu.
Seniman Maratushsolihah (Mara) dan Dustin membagikan pengalaman mereka saat menjadi narasumber dalam program TOSERBA (Topik Serba Ada) Pro 2 RRI Pontianak, Senin, 13 Juli 2026 Keduanya menceritakan proses kreatif di balik karya-karya yang akan dipamerkan.
Dustin menjelaskan, sebanyak 11 peserta mengikuti Art Studies dengan tinggal selama empat hari bersama masyarakat di Rumah Betang, Kapuas Hulu. Selama berada di sana, mereka tidak hanya mencari inspirasi, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat lokal melalui observasi secara langsung.
"Prosesnya sangat-sangat hangat, dan membebaskan kita untuk mengulik apa yang pengen kita angkat nanti" ujar Dustin.
Menurutnya, pengalaman hidup berdampingan dengan masyarakat adat memberikan banyak pelajaran baru. Bahkan, ia mengaku sempat mengalami culture shock saat melihat kehidupan masyarakat yang berbeda dengan kesehariannya. Kehadiran para peserta juga disambut hangat oleh warga melalui upacara penyambutan adat.
Selama proses observasi, para peserta menyoroti berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat, mulai dari pengelolaan sumber daya alam, isu lingkungan, hingga hak-hak perempuan. Dustin mengatakan, setiap peserta memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengamati kehidupan masyarakat.
"Kita banyak menghabiskan waktu di sungai untuk melihat interaksi-interaksi yang terjadi di sungai,"katanya.
Sementara itu, Mara yang memiliki latar belakang sebagai ilustrator anak mengatakan, pengalaman tersebut memberinya sudut pandang baru mengenai pentingnya pendidikan tentang pelestarian alam sejak usia dini. Menurutnya, karya seni yang lahir dari Art Studies berangkat dari keresahan terhadap berbagai isu yang ditemui selama berada di Kapuas Hulu.
Namun, ia menegaskan bahwa proses berkarya tidak boleh berhenti pada pencarian inspirasi semata. Seniman juga memiliki tanggung jawab etis terhadap masyarakat yang menjadi bagian dari proses penciptaan karya.
"Art Studies tidak hanya mentok mencari inspirasi, tapi kita juga harus mikirin bahwa kita tidak mengeksploitasi pengetahuan mereka dengan membawanya ke karya," jelas Mara.
Melalui Pameran Inaya Kayan, masyarakat diajak melihat hasil eksplorasi para peserta Art Studies sekaligus memahami berbagai cerita, pengalaman, dan refleksi yang lahir dari interaksi mereka dengan masyarakat adat di Kapuas Hulu. Pameran ini dapat dikunjungi secara gratis selama tiga hari di Kampung Budaya Caping, Pontianak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....