Sering Sidak, Eri Cahyadi Pastikan Sistem Pemkot Tetap Berjalan

  • 13 Jul 2026 20:58 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menjadikan inspeksi mendadak (sidak) sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan sistem kerja di lapangan. Langkah yang dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sejumlah titik, seperti Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi, Kawasan Wisata Religi Ampel, Jalan Tunjungan, hingga kawasan kuliner malam Kedungdoro, disebut bukan untuk membangun sistem baru, melainkan memastikan mekanisme yang sudah ada benar-benar diterapkan oleh seluruh perangkat daerah.

"Sistem sudah berjalan. Sekarang berarti saya harus mengontrol anak buah saya (sidak ke lapangan) berjalan atau tidak," ujar Wali Kota Eri usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin, 13 Juli 2026.

Eri menegaskan, seluruh perangkat daerah seharusnya mampu menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing tanpa harus menunggu instruksi atau pengawasan langsung dari kepala daerah. Karena itu, sidak dilakukan agar budaya kerja yang telah dibangun dapat berjalan secara konsisten.

"Jadi, saya berharap dengan saya turun ke lapangan ini, maka anak buah saya bisa berjalan, teman-teman pemkot ini bisa berjalan tanpa saya awasi," tegasnya.

Menurutnya, kekuatan pemerintahan berada pada birokrasi yang bekerja secara berkesinambungan, bukan pada figur wali kota yang memiliki masa jabatan terbatas. Oleh karena itu, sidak diharapkan menjadi pemicu agar seluruh aparatur semakin disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

"Karena buat saya, Wali Kota Surabaya adalah birokrasi Pemerintah Kota Surabaya. Karena wali kota itu cuma (menjabat) 10 tahun, birokrasi puluhan tahun. Maka saya berharap dengan ini menjadi cambuk, pukulan, pada teman-teman Pemerintah Kota Surabaya," jelasnya.

Ia menilai temuan dugaan pungutan liar maupun aktivitas parkir tanpa izin di sejumlah lokasi menjadi indikator bahwa sistem pengawasan belum dijalankan secara maksimal oleh perangkat daerah terkait. Padahal, persoalan tersebut seharusnya dapat ditangani lebih awal tanpa harus menunggu sidak dari wali kota.

"Jadi sekarang turunlah (ke lapangan), masak ada pungli diam saja. Padahal sistem sudah berjalan. Ada parkir seperti di Jalan Tunjungan (Kecamatan Genteng) tidak ada izinnya, kok ya diam saja. Ini berarti apa? Sistemnya harus berjalan," tegasnya.

Karena itu, Eri memastikan akan terus melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengukur efektivitas kinerja perangkat daerah. Ia juga menegaskan tidak akan ragu melakukan pergantian pimpinan apabila ada pejabat yang tidak mampu memastikan sistem berjalan sebagaimana mestinya.

"Sekarang sistem sudah terbentuk, saya harus turun ke lapangan untuk mengecek benar tidak sudah jalan. Makanya jangan kaget kalau ada yang tidak menjalankan, saya ganti pimpinannya," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....