Harmoni Tradisi, Grup Koor Ludruk RRI Surabaya Setia Lestarikan Gending Jula-Juli
- 13 Jul 2026 18:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Di tengah gempuran modernisasi dan tren budaya global, eksistensi kesenian tradisional Jawa Timur tetap menemukan ruang di hati masyarakat. Salah satu garda terdepan dalam merawat warisan budaya ini adalah Grup Koor Ludruk RRI Surabaya. Kelompok penyanyi berbusana anggun ini konsisten menjadi pilar penting dalam setiap pementasan ludruk, khususnya dalam menyajikan tembang pembuka yang ikonik.
Sebagai sajian selamat datang, kehadiran grup koor ini bukan sekadar pelengkap panggung, melainkan sebuah ritual perkenalan yang sarat makna. Melalui alunan vokal yang khas, mereka menyapa penonton sekaligus membuka gerbang pertunjukan kesenian ludruk. Penampilan mereka selalu berhasil mencuri perhatian lewat keselarasan gerak dan kekompakan suara.
Identitas utama yang melekat kuat pada grup koor ini adalah lantunan gending Jula-Juli Suroboyoan. Nada-nada dinamis yang dipadukan dengan lirik (parikan) jenaka namun sarat petuah khas Arekan, menjadi menu wajib yang mereka bawakan. Alunan gending ini terbukti ampuh menghidupkan suasana malam pertunjukan dan langsung mendekatkan batin para penonton dengan akar budaya Surabaya.
Dibalik performa yang apik dan harmonis tersebut, ada tangan dingin Purbandari, Selaku pimpinan Ludruk RRI Surabaya, ia terus berkomitmen menjaga kualitas dan regenerasi para seniman.
Di bawah arahannya, Grup Koor Ludruk RRI Surabaya tidak hanya mempertahankan pakem-pakem klasik, tetapi juga dikemas secara estetik agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda saat ini. Kostum yang mereka kenakan pun mencerminkan keanggunan wanita Jawa Timur.
Dengan balutan kebaya merah muda yang dipadukan dengan kain jarik bermotif batik khas, serta tatanan rambut sanggul lengkap dengan ronce melati, grup koor ini tampil memukau dan merepresentasikan identitas budaya yang kuat di atas panggung.
Ditemui di sela-sela persiapan pementasan, Purbandari menyampaikan rasa bangga dan visi besarnya terhadap grup koor ini. Keberadaan koor dalam kesenian ludruk memiliki peran yang sangat vital sebagai pembangun atmosfer pertunjukan sejak menit pertama.
"Grup koor ini adalah wajah pertama yang dilihat oleh penonton. Lewat gending Jula-Juli Suroboyoan, kami tidak hanya sekadar bernyanyi, tetapi menyampaikan salam perkenalan yang hangat sekaligus melestarikan dialek dan sastra lisan khas Surabaya. Kami di RRI Surabaya berkomitmen penuh agar kesenian ludruk ini tidak redup, dan kelompok koor wanita inilah yang menjadi salah satu pemanis sekaligus penjaga ruh tradisi tersebut," ujarnya optimis.
Melalui konsistensi siaran di udara serta pementasan langsung (off-air), Ludruk RRI Surabaya di bawah nakhoda tim yang solid ini berharap dapat terus menginspirasi banyak pihak. Mereka membuktikan bahwa seni tradisi seperti ludruk tidak akan pernah lekang oleh waktu selama dirawat dengan dedikasi dan cinta yang tulus terhadap budaya bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....