RP. Rio Sarkol Bagikan Pengalaman Pribadi dalam Misa Hari Minggu Biasa XV
- 13 Jul 2026 14:27 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Dobo : Reverendus Pater (RP) Rio Sarkol, MSC, memimpin Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XV di Gereja Santo Yosep Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (12/7/2026) pukul 10.00 WIT. Perayaan berlangsung khidmat dan diikuti umat dengan penuh iman serta kekhusyukan.
Dalam homilinya, RP Rio Sarkol membagikan pengalaman pribadinya mengenai pentingnya mengutamakan tanggung jawab pelayanan di atas kepentingan pribadi. Ia mengaku sempat berniat menyaksikan pertandingan Liga Inggris pada Sabtu malam. Namun, karena harus memimpin dua kali Misa, dua kali pemberkatan jenazah, serta mempersiapkan Perayaan Ekaristi Hari Minggu, ia memilih beristirahat agar dapat melayani umat secara maksimal
| Baca juga: Gerits Penulis Kumpulan Puisi Bergeraklah |

"Saya harus mempersiapkan diri. Tadi malam saya sudah memimpin Misa, dan pagi ini saya mendapat kabar Inggris menang 2-1. Kalau hari ini saya harus memimpin lima kali Misa pun saya siap, karena saya sudah mempersiapkan diri dengan baik," ujar RP Rio Sarkol.
Mengulas bacaan Injil Hari Minggu Biasa XV, RP Rio Sarkol menjelaskan bahwa Tuhan Yesus sering menggunakan perumpamaan ketika menegur atau mengkritik seseorang. Menurutnya, cara tersebut menunjukkan kebijaksanaan Yesus dalam menyampaikan kebenaran, sehingga orang yang mendengarkan tidak merasa dihakimi, melainkan terdorong untuk melakukan introspeksi diri.
Ia mengatakan, perumpamaan Yesus ditujukan kepada berbagai kalangan, mulai dari orang Farisi, Saduki, ahli Taurat, hingga masyarakat sederhana. Melalui perumpamaan-perumpamaan itu, Yesus mengajak setiap orang memahami kehendak Allah dan memperbaiki hidup sesuai dengan ajaran-Nya.

Di akhir homili, RP Rio Sarkol mengingatkan bahwa sebelum Yesus memulai karya pewartaan-Nya, Yohanes Pembaptis telah lebih dahulu mempersiapkan jalan dengan menyerukan pertobatan. Karena itu, umat diajak untuk senantiasa membuka hati terhadap sabda Tuhan, menjadikan firman-Nya sebagai pedoman hidup, serta mengutamakan Tuhan dalam setiap keputusan dan tindakan sehari-hari.
Perayaan Ekaristi ditutup dengan doa penutup dan berkat pengutusan. Umat kemudian meninggalkan gereja dengan membawa pesan untuk semakin mengutamakan Tuhan dalam kehidupan serta mewujudkan kasih kepada sesama melalui tindakan nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....