Wujudkan Makassar Bebas Sampah, Kelurahan Rappokalling Optimalkan Peran Warga

  • 12 Jul 2026 20:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kelurahan Rapokaling, Kota Makassar, mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi menuju sistem pengelolaan sampah sanitary landfill yang ramah lingkungan. Menjelang batas waktu yang ditetapkan pemerintah kota, kelurahan ini terus memacu partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga.

Lurah Rappokalling, Ismail Ilho kepada RRI pada 12 Juli 2026, menjelaskan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat mengubah perilaku warga sebelum aturan baru mengenai pembuangan residu sampah diberlakukan secara tegas pada 1 Agustus mendatang. menekankan bahwa edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sudah dilakukan secara masif sejak Oktober 2025 melalui berbagai metode.

“Sebenarnya tidak mudah juga untuk merubah mindset masyarakat. Tapi bukan berarti tidak bisa. Kita libatkan semua stakeholder yang ada di wilayah kami, bagaimana pelaku UMKM, pihak sekolah, anak-anak, itu bagaimana mengolah sampah dengan sosialisasi-sosialisasi,” jelas Ilho – sapaan akrabnya.

Dalam upaya mengubah mindset masyarakat, Kelurahan Rapokaling menerapkan pendekatan persuasif melalui kerja bakti yang rutin dilaksanakan setiap akhir pekan. Warga diajak langsung berinteraksi dan mempraktikkan cara memilah sampah yang benar selama kegiatan berlangsung.

Edukasi sejak dini juga menjadi fokus utama pemerintah kelurahan dengan menyasar anak-anak sekolah di wilayah Rapokaling. Ismail mengakui bahwa tantangan utama adalah mengubah kebiasaan lama, namun ia optimis bahwa pendekatan kolaboratif dapat membuahkan hasil positif.

Program ecobrick diterapkan untuk membiasakan anak-anak mengumpulkan sampah plastik kemasan jajanan, yang kemudian dapat ditukar dengan nilai ekonomis. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga memberikan reward yang memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Ismail meyakini bahwa masalah kebersihan bukan hanya menjadi beban pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif setiap rumah tangga. “Masalah persampahan bukan cuma hanya urusan pemerintah saja, tapi kuncinya ada di rumah tangga kita masing-masing, khususnya, ibu-ibu rumah tangga. Dan semoga setiap ikhtiar kita lakukan ini menjadi langkah nyata untuk menuju makasar bebas sampah di tahun 2029,” tutup Ismail.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....