Neurosains Buktikan Jing Zuo Turunkan Stres dan Tenangkan Otak
- 12 Jul 2026 19:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Praktik Jing Zuo dalam ajaran Konghucu ternyata memiliki dasar ilmiah. Penelitian neurosains modern membuktikan meditasi berdampak nyata pada kerja otak manusia. Js dr Erwiyani, Sp.KJ, memaparkan hal ini dalam Mimbar Agama Konghucu bertema "Menemukan Kedamaian Jiwa Melalui Meditasi (Jing Zuo)" yang disiarkan Pro 1 RRI Makassar, Sabtu, 11 Juli 2026.
Erwiyani menjelaskan otak manusia memiliki pusat alarm stres bernama amigdala yang menjadi lebih aktif saat seseorang menghadapi masalah. Duduk tenang sambil memusatkan perhatian pada napas, menurutnya, membantu menurunkan hiperaktivitas amigdala tersebut.
"Amigdala ini dalam keadaan kita Jing Zuo atau duduk tenang memusatkan pikiran pada napas, itu akan membantu menurunkan aktivitas amigdala yang berlebihan," kata Erwiyani.
Ia menambahkan, dalam jangka panjang, meditasi bahkan terbukti secara struktural mampu mengurangi kepadatan sel di pusat alarm stres tersebut.
Selain amigdala, Erwiyani menyebut stres berkepanjangan membuat sistem saraf simpatis dominan sehingga detak jantung dan tekanan darah meningkat. Praktik Jing Zuo, katanya, mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang menurunkan kembali detak jantung dan tekanan darah menuju normal.
Erwiyani menegaskan meditasi rutin juga terbukti menurunkan kadar hormon kortisol dalam darah serta memperbaiki kerja prefrontal cortex, bagian otak yang berperan dalam pengambilan keputusan.
"Ketika kita rajin mempraktikkan meditasi, area prefrontal cortex dapat menjadi lebih mampu menilai situasi secara objektif, sehingga kita tidak lagi impulsif," jelas Erwiyani.
Menurutnya, temuan sains modern ini semakin menguatkan relevansi ajaran Nabi Kongzi tentang duduk diam untuk mengenal watak sejati, meski disampaikan ribuan tahun lampau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....