Gemerlap Malam Monumen Bambu Runcing: Tempat Nongkrong Komunitas Motor

  • 12 Jul 2026 09:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Ketika matahari terbenam dan hiruk-pikuk kemacetan siang hari mulai mereda, Kota Surabaya bertransformasi menampilkan sisi eksotisnya. Salah satu sudut kota yang paling memikat perhatian saat malam tiba adalah Monumen Bambu Runcing yang terletak di kawasan Jalan Panglima Sudirman.

Ikon sejarah yang berdiri kokoh di tengah jantung kota ini tampak begitu anggun dengan pendaran cahaya lampu yang memanjakan mata. Monumen yang terdiri dari lima pilar berbentuk bambu runcing ini menjelma menjadi daya tarik visual yang luar biasa pada malam hari. Sorotan lampu berwarna kuning keemasan menyelimuti badan monumen, memberikan kesan megah sekaligus sakral.

Suasana kian semarak dengan adanya ornamen lampu hias berwarna ungu elektrik yang melilit pohon-pohon palem di sekitarnya, menciptakan perpaduan warna kontras yang estetik berlatar langit malam yang gelap. Keindahan visual ini tidak hanya memikat para pengendara yang sekadar melintas, tetapi juga mengundang masyarakat untuk berhenti sejenak.

Trotoar di sekitar lokasi monumen yang bersih, lebar, dan tertata rapi kini beralih fungsi menjadi ruang publik informal. Tempat ini menjadi pilihan favorit bagi warga Surabaya yang ingin menikmati angin malam sembari melepas penat dari rutinitas harian.

Daya tarik Monumen Bambu Runcing di kala malam ini juga memikat perhatian berbagai komunitas, salah satunya adalah komunitas sepeda motor. Berjejer rapi di tepi jalan, motor-motor modifikasi tampak memperindah pemandangan, sementara para pemiliknya asyik bercengkerama di atas trotoar. Keberadaan mereka menambah atmosfer ruang kota menjadi lebih hidup dan dinamis.

Rian, salah seorang anggota komunitas motor matic yang malam itu sedang bersantai di trotoar, menuturkan alasannya memilih kawasan ini sebagai tempat berkumpul. Menurutnya, suasana malam di sekitar Monumen Bambu Runcing memiliki daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di sudut kota lain. Tempat ini dirasa sangat cocok untuk sekadar ngobrol santai setelah seharian bekerja.

"Kami sering sekali memilih rest point di sini kalau sedang night ride. Selain karena lokasinya di tengah kota dan gampang diakses dari mana saja, pemandangan Monumen Bambu Runcing kalau malam itu bagus sekali buat latar foto. Lampu-lampunya estetik, trotoarnya juga luas dan bersih, jadi nyaman buat duduk-duduk santai sambil menikmati suasana Surabaya," ujar Rian saat ditemui di lokasi.

Lebih lanjut, Rian menambahkan bahwa berkumpul di area ini juga menjadi sarana untuk mempererat solidaritas antar-anggota komunitas sekaligus bersosialisasi dengan komunitas lain yang kebetulan sedang nongkrong di tempat yang sama. Area ramah pejalan kaki di sekitar monumen ini berhasil membuktikan bahwa ruang publik yang ditata dengan baik mampu menjadi wadah interaksi sosial yang positif bagi warga kota, khususnya bagi para pemuda di malam hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....