Taman Remaja Terbengkalai, Pendapatan Pedagang di Sekitarnya Menurun
- 12 Jul 2026 15:01 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kondisi Taman Remaja Kota Bengkulu yang terbengkalai berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi pedagang di sekitarnya. Sepinya pengunjung membuat omzet pelaku usaha kuliner yang selama ini bergantung pada kawasan tersebut ikut menurun.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu 7 Juli 2026, fasilitas di dalam taman tampak rusak dan dipenuhi semak belukar. Suasana yang tidak terawat membuat kawasan yang dulu menjadi tujuan rekreasi warga kini jarang dikunjungi.
Wislen (40), pedagang es tebu yang telah berjualan selama 15 tahun di kawasan itu, mengatakan kondisi Taman Remaja saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Menurutnya, taman yang dulu bersih dan ramai kini terlihat tidak terurus.
"Perbedaan taman yang dulu dan sekarang jauh berbeda. Dulu lebih bersih dan terawat, sekarang tidak terawat lagi," kata Wislen.
Ia mengaku penjualan kini hanya berada pada tingkat normal dan sedikit meningkat saat akhir pekan atau musim libur sekolah. Meski demikian, Wislen tetap membuka lapaknya setiap hari dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB karena lokasi tersebut masih cukup teduh.
Wislen berharap pemerintah dapat membangun kembali kawasan Taman Remaja dan memperbaiki akses menuju lokasi. Selain itu, ia juga meminta agar kebersihan taman kembali diperhatikan sehingga pengunjung tertarik datang.
Kondisi serupa dirasakan Sri, generasi kedua yang meneruskan usaha kuliner keluarga "Pempek Pak Man". Ia menjual pempek panggang, pisang molen, dan es kopyor di sekitar taman sejak pagi hingga waktu Magrib.
Menurut Sri, penjualan ikut menurun sejak Taman Remaja tidak lagi ramai dikunjungi. Namun, usaha keluarganya masih bertahan karena memiliki banyak pelanggan lama yang tetap datang berbelanja.
"Pengaruh taman terbengkalai ini ya penjualan agak sepi. Untungnya yang beli di sini kebanyakan sudah tahu karena dari zaman orang tua dulu, jadi bisa dibilang banyak langganan. Selain itu, ada juga orang-orang baru," ujarnya.
Sri mengatakan pendapatan biasanya meningkat pada Sabtu dan Minggu karena masih ada warga yang datang untuk bersantai di sekitar taman. Ia juga mendukung jika pemerintah merevitalisasi kawasan tersebut agar kembali menjadi ruang publik yang ramai.
"Harapannya ya nanti lebih ramai lagi pengunjung. Ya selayaknya taman pada umumnya," kata dia.
Penurunan aktivitas di kawasan Taman Remaja juga dirasakan Amri (54), juru parkir yang telah bekerja di lokasi selama satu dekade. Ia menyebut jumlah kendaraan yang masuk terus berkurang sejak fasilitas satwa di taman ditiadakan.
"Taman mulai sepi itu sekitar 10 tahun yang lewat, sejak Taman Remaja tidak ada satwanya lagi. Jadi pengaruhnya besar sekali terhadap penghasilan," ujar Amri.
Para pedagang berharap pemerintah segera merevitalisasi Taman Remaja agar kembali menjadi destinasi rekreasi masyarakat. Mereka menilai hidupnya kembali kawasan tersebut akan berdampak langsung pada meningkatnya jumlah pengunjung dan pemulihan ekonomi pedagang kecil di sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....