Pemkab Kudus Ajak Perguruan Tinggi Survei Gerakan Pangan Murah

  • 11 Jul 2026 13:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus setiap hari Jumat kedua setiap satu bulan sudah berlangsung cukup lama. Kegiatan GPM ini diharapkan mampu untuk menekan inflasi di Kudus. GPM sendiri menjual bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, gas elpiji 3 kg dan lainnya.

Bupati Kudus Samani Intakoris mengatakan, untuk kegiatan GPM ini selain menekan inflasi juga untuk menstabilkan harga pokok dipasaran. Sehingga bagi warga kurang mampu, dapat membeli pangan murah khususnya untuk GPM yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kudus ini.

“Pada kegiatan GPM ini kami juga mengundang Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus untuk ikut melakukan survei. Survei yang dimaksud adalah sejauh mana kegiatan GPM ini berpengaruh pada tekanan inflasi di Kudus,” tutur Samani, Jumat, 10 Juli 2026.

Dijelaskan, dengan adanya survei dari Dema UIN Sunan Kudus untuk membuat laporan dampak keberadaan program GPM selama ini seperti apa. Termasuk dampak terhadap stabilitas harga dan inflasi di Kudus. Dengan adanya laporan dari Dema UIN Sunan Kudus ini akan diambil sebuah kebijakan dari ke efektifan dari sebuah program GPM ini.

“Kami terbuka kepada semua perguruan tinggi yang ada di Kudus bilamana akan melakukan survei serupa. Dan tidak hanya dari UIN Sunan Kudus saja. Untuk survei dan riset ini tidak hanya di GPM saja tetapi juga di pasar – pasar. Bahkan efektifitas keberadaan KDMP dan MBG bagi Masyarakat juga dilakukan,” ujar Samani.

Sementara itu Wakil Ketua Dema UIN Sunan Kudus, Muhammad Prasetyono mengatakan untuk survei yang dilakukan mewawancarai warga yang berbelanja di GPM ini. Dengan mewawancarai para warga yang berbelanja di GPM ini, untuk mengetahui efektivitas GPM dan evaluasi apa yang harus dilakukan oleh pemkab.

“Untuk survei dan riset yang kami lakukan tidak hanya sebatas pada satu kali GPM saja. Tetapi kami akan melakukan beberapa kali sehingga hasilnya bisa diketahui,” tandas Prasetyono. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....