Mutiara Pagi: Membuka Akses di Hadapan Allah Dimulai dari Menerima Takdir

  • 11 Jul 2026 13:54 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Program Mutiara Pagi RRI, Sabtu, 11 Juli 2026 menghadirkan Ketua Bidang Dakwah MUI Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Jahada, S.Ag., M.Pd.I., yang mengangkat tema "Cara Membuka Akses di Hadapan Allah." Dalam dialog tersebut, Ustad Jahada menjelaskan, setiap muslim memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pertolongan, rahmat, dan keberkahan Allah, selama mau memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta melalui keimanan dan amal saleh.

Menurut H. Jahada, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima takdir yang telah ditetapkan Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Sikap menerima takdir bukan berarti menyerah pada keadaan atau berhenti berusaha, melainkan meyakini bahwa setiap ketentuan Allah mengandung hikmah terbaik, kemudian tetap berikhtiar dan bertawakal kepada-Nya.

"Menerima takdir Allah bukan berarti pasrah tanpa usaha. Seorang mukmin tetap wajib berikhtiar semaksimal mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan hati yang lapang. Dari situlah ketenangan dan kemudahan akan Allah berikan," ujar H. Jahada.

Jahada menambahkan, rasa syukur merupakan kunci berikutnya untuk membuka pintu-pintu keberkahan. Bersyukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan melalui penggunaan nikmat sesuai dengan tuntunan agama. Ketika seseorang mampu mensyukuri kesehatan, rezeki, keluarga, maupun kesempatan beribadah, Allah akan menambah nikmat-Nya sebagaimana janji-Nya dalam Al-Qur'an.

Selain itu, H. Jahada mengingatkan pentingnya memperbaiki niat dalam setiap aktivitas kehidupan. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat yang benar karena Allah akan bernilai ibadah dan menghadirkan keberkahan. Sebaliknya, amal yang baik sekalipun dapat kehilangan nilainya apabila dikerjakan hanya untuk mendapatkan pujian atau kepentingan dunia semata.

"Perbaiki niat sebelum memulai pekerjaan. Jika niat kita karena Allah, maka aktivitas sehari-hari, mencari nafkah, belajar, bahkan membantu orang lain dapat menjadi ibadah yang bernilai pahala," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ustad Jahada juga mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak doa, istighfar, menjaga salat tepat waktu, serta mempererat silaturahmi sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui dialog Mutiara Pagi ini, pendengar diajak memahami bahwa akses menuju rahmat Allah terbuka bagi siapa saja yang menerima ketentuan-Nya dengan ikhlas, mensyukuri setiap nikmat, meluruskan niat, serta senantiasa berusaha memperbaiki kualitas ibadah dan akhlaknya. Dengan demikian, kehidupan akan dipenuhi ketenangan, keberkahan, dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang bertakwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....