Terima BLT, Petani Tembakau di Pati Nantikan Stabilisasi Harga

  • 10 Jul 2026 11:19 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Petani Tembakau Terima BLT, Harapkan Harga Naik

RRI.co.id, Pati- Bantuan langsung tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersalur kepada ratusan buruh petani tembakau di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Namun harapan besar disandarkan pada stabilisasi harga di tengah lonjakan biaya pupuk dan tantangan cuaca kemarau.

Ketua Kelompok Tani Tembakau Desa Tambaharjo, Sarju mengungkapkan petani tembakau saat ini tengah menghadapi kesulitan pengairan akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan tanaman tembakau menjadi terhambat dan tidak mencapai hasil maksimal seperti biasanya.

"Sekarang ini ada kesulitan mengenai masalah pengairan karena sudah satu setengah bulan tidak ada air. Petani tembakau lebih susah untuk mengembangkan tanaman supaya hasilnya bisa maksimal," kata Sarju, Kamis, 9 Juli 2026.

Sementara, Perwakilan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia wilayah Tambakromo, Ahmad Hasan menyoroti lonjakan tajam harga pupuk yang membebani biaya produksi petani. Hal tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kemitraan agar harga jual tembakau turut disesuaikan.

"Pupuk ZA yang dulunya harga Rp220.000 sekarang ini naik menjadi Rp450.000 per lima puluh kilogram kemasan. Kami sudah sampaikan kepada PPL PT Sardana Rembang supaya harga tembakau juga dinaikkan menyesuaikan," ungkap Ahmad Hasan.

Sekretariat DBHCHT Bagian Perekonomian Setda Pati, Bayu Hadi Nugrho menyatakan, bantuan tunai disalurkan kepada 204 buruh petani tembakau di Kecamatan Tambakromo. Penyaluran dipusatkan di Balai Desa Tanjungan Anom Kec Gabus, dengan besaran enam ratus ribu rupiah per penerima bantuan.

"Ini juga bantuan supaya mereka tetap semangat menanam tembakau karena tembakau berkontribusi terhadap penerimaan negara. Selain itu membantu perekonomian buruh tani menghadapi tahun ajaran baru sekolah anak-anaknya," ujar Bayu.

Penerimaan cukai hasil tembakau Kabupaten Pati turun sekitar 56 persen meski produksi tembakau daerah terus meningkat. Pemerintah daerah tetap menggulirkan bantuan pupuk, alat perajang, serta iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan bagi petani.(agp)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....