Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Pare Naik
- 10 Jul 2026 10:00 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Harga cabai rawit merah CRM di Pasar Induk Pare Kabupaten Kediri kembali mengalami kenaikan
RRI.CO.ID, Kediri - Harga cabai rawit merah CRM di Pasar Induk Pare Kabupaten Kediri kembali mengalami kenaikan. "Kenaikan pada 9 Juli ini terjadi, meskipun pasokan sedikit bertambah dibandingkan hari sebelumnya," kata Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Suyono, dalam keterangannya, Jumat, 10 Juli 2026.
Suyono menyatakan, pasokan CRM tercatat 13 ton. Jumlah itu naik 1 ton dari hari sebelumnya, namun masih jauh di bawah kebutuhan normal 35 ton atau turun 62,9 persen. Ia mencontohkan, kenaikan harga CRM terpantau di semua jenis. Cabai rawit varietas BRENGOS 99 naik Rp8.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. ASMORO 043 juga naik Rp8.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, Prentol TUMI 99 naik Rp5.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Untuk varietas JUWITA 25 F1 naik Rp7.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Masih dikatakan Suyono, berbeda dengan CRM, harga cabai merah besar CMB dan cabai merah keriting CMK terpantau stagnan. Pasokan kedua komoditas itu juga tidak mengalami perubahan.
Pasokan CMB tercatat 4 ton atau turun 77,8 persen dari normal 18 ton. Harga GADA EVO Rp22.000, BIOLA F1 Rp21.000, dan SANDI 108 F1 Rp19.000 per kilogram. Semuanya tidak mengalami perubahan.
Untuk CMK, tambah Suyono, pasokan hanya 1,5 ton atau turun 85 persen dari normal 10 ton. Harga BOGOS 1x1 F1 bertahan di Rp23.000 dan SBAD 46 di Rp21.000 per kilogram.
"Penyerapan ke industri melalui Glower, CMB 1,5 ton, CMK 0,8 ton, dan CRM 4 ton. Kemudian untuk pengiriman ke Kalimantan ada CRM 1,5 ton. Sisa pasokan digunakan untuk kebutuhan pasar modern dan tradisional di seluruh wilayah Jawa Timur," katanya.
Suyono menilai, penyebab utama kenaikan harga CRM adalah tingginya permintaan pasar ditambah serapan industri yang cukup besar. Padahal produksi dari sentra Kediri, Malang, dan Jawa Tengah belum pulih sepenuhnya.
Ia menambahkan, asal pasokan CMB berasal dari Kediri, Malang, dan Blitar. Sementara CMK dari Kediri dan CRM dari Kediri, Malang, serta Jawa Tengah. APCI juga mencatat tidak ada pendistribusian ke wilayah Jabodetabek untuk hari ini. Fokus distribusi masih untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal Jawa Timur.
Dengan kondisi ini, Suyono mengimbau masyarakat dan pedagang untuk lebih bijak dalam membeli. Ia berharap cuaca dan produksi segera membaik agar pasokan cabai bisa kembali normal dan harga lebih stabil.
Terpisah, Sulistiani, konsumen cabai di Kabupaten Kediri mengaku, lebih memilih mengurangi jumlah pembelian cabai. Hal itu diambil, demi menghemat uang belanja di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit.
"Saya sebisa mungkin menghemat pengeluaran untuk belanja, sebab saat ini juga bersamaan dengan kenaikan kelas anak. Jadi kebutuhan sekolah anak lebih saya utamakan dulu," kata Sulistiani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....