Gubernur Sumsel Tinjau Pabrik Tapioka, Tekankan Industri Berbasis Lokal

  • 11 Jul 2026 00:03 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Gubernur Herman Deru mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas lokal untuk memperkuat perekonomian Sumatera Selatan dan mengurangi ketergantungan pada pembiayaan pemerintah.
  • Pabrik pengolahan tepung tapioka di Kabupaten Ogan Ilir menunjukkan contoh nyata bagaimana hilirisasi dapat menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja bagi masyarakat.
  • Gubernur menekankan pentingnya sinergi terpadu antara pengusaha, akademisi, dan peneliti untuk mengoptimalkan potensi daerah dan mempercepat pengembangan komoditas unggulan Sumatera Selatan.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas lokal untuk memperkuat perekonomian daerah. Langkah tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan pemerintah.

Komitmen itu disampaikan saat Herman Deru meninjau pabrik pengolahan tepung tapioka di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kunjungan tersebut menjadi penutup rangkaian agenda kerja gubernur pada Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam peninjauan itu, Herman Deru melihat langsung proses pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka. Produk tersebut dinilai memiliki nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing komoditas pertanian daerah.

Menurut Herman Deru, industri hilirisasi dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian daerah. Pengembangan sektor tersebut juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

"Di tengah efisiensi yang sedang berjalan, masih ada banyak cara agar kita tidak selalu bergantung pada APBN ataupun APBD. Contoh nyata efisiensi dan kemandirian itu bisa kita lihat dari operasional pabrik tapioka ini," ujar Herman Deru.

Ia mengatakan pengembangan industri memerlukan dukungan berbagai pihak agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas lokal.

"Ini bisa dikerjasamakan secara terpadu dengan melibatkan pihak pengusaha, kalangan akademisi, maupun para peneliti. Sinergi kuat seperti inilah yang akan membuat roda perekonomian kita tetap berjalan kencang," tegasnya.

Herman Deru berharap pola kolaborasi tersebut diterapkan pada komoditas unggulan lainnya di Sumatera Selatan. Langkah itu diharapkan mempercepat hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....