Medio 2026, Kecamatan Barat Jadi Penyumbang Terbanyak Temuan HIV Baru di Magetan
- 08 Jul 2026 21:42 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Kecamatan Barat menjadi wilayah dengan jumlah temuan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) terbanyak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur selama Januari hingga Juni 2026. Dari total 78 kasus yang tercatat, sebanyak 22 kasus berasal dari kecamatan tersebut.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan juga menunjukkan Kecamatan Maospati menempati urutan kedua dengan 11 kasus. Sementara itu, Karangrejo mencatat tujuh kasus, Panekan enam kasus, Sukomoro lima kasus, sedangkan Kecamatan Magetan dan Poncol masing-masing empat kasus.
Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agoes Yudi Purnomo, mengatakan persebaran kasus diperoleh dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara bertahap di berbagai fasilitas kesehatan.
"Seluruh kasus ini merupakan hasil skrining dan pemeriksaan yang dilakukan di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit. Jadi angka tersebut merupakan kasus yang berhasil ditemukan melalui layanan kesehatan," ujarnya, Selasw (7/7/2026).
Selain melihat persebaran wilayah, Dinkes juga mencatat mayoritas penderita merupakan laki-laki. Dari 78 kasus baru, sebanyak 53 penderita berjenis kelamin laki-laki, sedangkan 25 lainnya perempuan.
"Selama periode Januari sampai Juni 2026 terdapat 78 kasus HIV baru. Sebagian besar penderitanya laki-laki, yakni 53 orang, sedangkan perempuan 25 orang," kata Agoes.
Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah temuan pada semester pertama 2026 sudah mendekati total kasus sepanjang 2025. Tahun lalu, Dinkes mencatat 93 kasus HIV selama satu tahun penuh. Artinya, dalam waktu enam bulan saja, angka temuan tahun ini telah mencapai sekitar 83 persen dari total kasus tahun lalu.
Menurut Agoes, tingginya angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan peningkatan penularan, tetapi juga dipengaruhi semakin luasnya pelaksanaan skrining sehingga lebih banyak kasus dapat teridentifikasi lebih dini.
"Semakin banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan, maka peluang menemukan kasus juga semakin besar. Yang terpenting, penderita bisa segera mendapatkan pengobatan sehingga kualitas hidupnya tetap baik dan risiko penularan dapat ditekan," jelasnya.
Dinkes Magetan memastikan kegiatan deteksi dini akan terus diperluas melalui layanan skrining di fasilitas kesehatan. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus mendorong masyarakat yang memiliki faktor risiko agar tidak ragu melakukan pemeriksaan secara sukarela.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....