Mahasiswa Unila Kembangkan Inovasi Ubah Limbah Organik Jadi Produk Bernilai

  • 09 Jul 2026 08:37 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Tim Pemberdayaan Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengembangkan inovasi pengolahan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan ekonomi desa. Program tersebut diterapkan di Desa Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat.

Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi soluble liquid (SL), yakni larutan yang berasal dari campuran 33 jenis tanaman temu-temuan, minyak nabati, minyak hewani, serta air lindi. Teknologi ini mampu menguraikan limbah organik dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa menimbulkan bau.

Sekretaris Tim PM BEM Unila, Tri Rizki Handayani, menjelaskan teknologi tersebut dikembangkan untuk menjawab persoalan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Hasil pengolahan limbah kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Kami membawa solusi untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian, perikanan, peternakan, sekaligus mendukung ekonomi masyarakat desa. Harapannya, inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat," ujar Tri, Rabu 8 Juli 2026.

Tim mahasiswa mengembangkan dua produk utama, yakni Refnila sebagai pupuk organik cair dengan berbagai fungsi sesuai kebutuhan tanaman dan Rafnila sebagai pakan serta suplemen unggas berbahan baku limbah ikan. Kedua produk dirancang untuk memanfaatkan limbah yang sebelumnya belum memiliki nilai tambah.

Program tersebut disertai pendampingan kepada 20 pemuda karang taruna dan delapan anggota kelompok nelayan melalui pelatihan pengolahan limbah skala rumah tangga. Tim juga menyerahkan mesin pencacah sampah organik, alat press ulir, dan mesin penggiling limbah ikan untuk mendukung keberlanjutan program.

Melalui inovasi ini, masyarakat didorong mengembangkan sistem ekonomi sirkular yang memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Program tersebut sekaligus menjadi upaya mendukung pengelolaan lingkungan dan penguatan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....