Tiwul Instan Margomulyo Dibidik Masuk Pasar Lebih Luas

  • 09 Jul 2026 08:40 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Selatan - Tim dosen Politeknik Negeri Lampung mengembangkan agroindustri tiwul instan sekaligus memperluas akses pasar produk tersebut di Desa Margomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah singkong sebagai komoditas lokal unggulan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dipimpin Subandi bersama Vina Dinata Kamila Aryani, Depita Anggraini, dan Ratu Chaterine Fajri. Kolaborasi lintas disiplin diterapkan untuk memperkuat aspek produksi, bisnis, pemasaran, hingga gizi produk.

Pelatihan yang diberikan mencakup pengolahan tiwul instan, peningkatan mutu produk, teknik pengemasan, serta pemasaran berbasis digital. Pelaku usaha juga diperkenalkan dengan pendekatan Business Model Canvas untuk membantu pengembangan usaha secara lebih terstruktur.

Menurut Ketua Tim Pengabdian, Subandi, pengembangan produk lokal perlu dibarengi dengan penguatan strategi bisnis agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk desa.

"Kami ingin memastikan produk lokal seperti tiwul mampu menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Subandi, Rabu, 8 Juli 2026.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Margomulyo yang menjadi peserta pelatihan. Mereka memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan usaha serta strategi pemasaran yang lebih modern.

Peserta juga dilatih memahami segmen pasar, nilai produk, hingga pola distribusi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan penjualan secara berkelanjutan.

"Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi kami untuk mengembangkan usaha dan memasarkan produk lebih luas," kata salah seorang peserta pelatihan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan yang terlihat dari perbandingan nilai pretest dan posttest. Tim dosen berharap model pengembangan agroindustri berbasis potensi lokal ini dapat diterapkan di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....