Lapas Kelas I Bandar Lampung Produksi Sayuran Hidroponik 25 Kilogram per Hari
- 08 Jul 2026 07:47 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terus mengembangkan budidaya sayuran hidroponik sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui instalasi hidroponik "Raja Hidro", lapas mampu memanen sayuran segar setiap hari dengan produksi rata-rata 20 hingga 25 kilogram.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Bandar Lampung, Medi Oktafiansyah, mengatakan, jenis sayuran yang dibudidayakan saat ini meliputi selada air dan pakcoy. Pola tanam diatur secara bergilir sehingga panen dapat dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan pasar.
"Di Raja Hidro kami menanam selada air dan pakcoy. Masa tanamnya kami atur sekitar 40 sampai 45 hari sehingga setiap hari bisa panen sesuai dengan permintaan," kata Medi, di Bandarlampung, Rabu 8 Juli 2026.
Menurutnya, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah rumah makan di Lampung. Bahkan, pihaknya telah rutin memasok sayuran ke salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Belum lama ini kami mengirim sekitar 15 kilogram ke salah satu dapur SPPG. Pengiriman itu sudah dilakukan secara rutin. Jadwal tanam juga kami sesuaikan dengan permintaan sehingga saat harus mengirim, hasil panen sudah siap," ujarnya.
Medi menjelaskan, rata-rata produksi harian mencapai 20 hingga 25 kilogram, bergantung pada siklus tanam yang telah disusun. Salah satu tanaman selada, misalnya, dipanen setelah berusia sekitar 40 hingga 45 hari sejak penanaman.
Ia menambahkan, sistem hidroponik dipilih bukan hanya untuk mengatasi keterbatasan lahan, tetapi juga karena mampu menghasilkan sayuran dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan budidaya konvensional di tanah.
"Selain lebih efisien dalam pemanfaatan lahan, kualitas hasil hidroponik jauh lebih bagus. Nutrisi tanaman tetap harus dikontrol agar hasilnya optimal," jelasnya.
Menurut Medi, sayuran hidroponik memiliki tampilan yang lebih seragam dan minim cacat sehingga lebih diminati pasar. Berbeda dengan budidaya di media tanah yang kerap menimbulkan bercak pada daun, hasil hidroponik dinilai lebih memenuhi standar konsumen.
"Dengan hidroponik, kualitas tanaman bisa lebih maksimal. Kalau ditanam di tanah sering muncul bercak pada daun yang membuat pembeli komplain. Sementara hasil hidroponik lebih bersih dan tampilannya lebih baik," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....