Antisipasi Kekeringan, Perumda Selayar Petakan Titik Krisis Air
- 07 Jul 2026 22:05 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Ancaman kekeringan akibat musim kemarau mulai membayangi wilayah Kepulauan Selayar. Perumda Air Minum Tirta Tanadoang telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan krisis air bersih agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga sebagai langkah mitigasi.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Tanadoang, Darmawang, dalam Program Kentongan Pro 1 RRI Makassar pada Selasa, 7 Juli 2026 mengungkapkan bahwa pihaknya mengelola tujuh sumber air baku yang tersebar di empat kecamatan di daratan Kepulauan Selayar. Saat ini, kondisi sumber air tersebut masih terpantau aman, namun tanda-tanda penurunan debit mulai terlihat seiring dengan berkurangnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami mengelola tujuh sumber air baku yang bersebar di empat kecematan yang ada di daratan Kepulauan Selayar. Dari sumber air baku yang kami kelola itu ada beberapa memang yang dari sungai dan ada memang yang kami ambil dari mata air alam,” jelas Darmawang.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga telah melakukan pemetaan untuk titik-titik rawan seperti di Kecamatan Bontosikuyu dan kecamatan Bontoharu. “Tapi untuk pelayanan di Kota Benteng saat ini masih aman, sumber air juga masih dalam tahap aman saat ini,” jelas Darmawang.
Darmawang mengungkapkan bahwa sumber air dari sungai lebih rentan mengalami penurunan debit dibandingkan mata air alami. Hal ini dikarenakan sungai sangat bergantung pada curah hujan, sementara mata air saat ini belum terlalu terdampak oleh kemarau panjang.
Untuk mengatasi potensi krisis, Perumda telah menyiapkan skema pendistribusian air secara bergiliran antarwilayah. Jika debit air menurun drastis, jam operasional yang biasanya 24 jam akan disesuaikan menjadi 12 jam, dengan pembagian yang merata antara wilayah kota dan perdesaan.
“Yang pertama yang akan kami lakukan itu adalah bagaimana menyiapkan skema untuk pendistribusian secara bergiliran antar wilayah, sehingga semua masyarakat bisa dapat air. Kemudian juga saat ini kami juga sudah menyediakan mobil tangki untuk pelayanan,” ungkap Darmawang.
Selain itu, Perumda juga telah melakukan langkah preventif dengan melakukan normalisasi dan pengerukan di Bendungan. Hal ini diharapkan dapat menjaga kapasitas tampungan air baku agar tetap optimal selama musim kemarau berlangsung.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik dan tidak menampung air secara berlebihan, karena hal tersebut dapat mengganggu pendistribusian bagi pelanggan lain. Perumda mengajak warga untuk tetap bijak dalam menggunakan air sesuai kebutuhan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....